Kebakaran Hutan
Kabut Asap Tebal, Pilot Tolak Lanjutkan Penerbangan ke Maratua
Untuk kesekian kalinya, Kabupaten Berau dikunjungi pejabat negara.
Sejak Rabu hingga Kamis kemarin, aktivitas Bandara Kalimarau lumpuh akibat kabut asap tebal yang menyelimuti bandara.
Menurut otoritas bandara dan BMKG Berau, kabut asap kali ini lebih buruk dari kabut asap hari Rabu lalu dan jarak pandang pada hari Kamis kemarin hanya 500 meter.
Meski tergolong nekat, bukan berarti tanpa perhitungan yang matang. Buktinya, saat tengah wawancara dengan Tribunkaltim.co, mereka sempat diminta terbang kembali mengantar rombongan Menteri dan pejabat Pemkab Berau ke Pulau Maratua dengan pesawat sama. Namun permintaan itu ditolak dengan tegas oleh Prabu.
Menurut Prabu, landasan pacu Bandara Maratua tidak cukup panjang dan tidak memiliki lebar yang cukup untuk pesawat Citizen.
"Pesawat ini membutuhkan landasan pacu minimal 1.600 meter, sedangkan landasan pacu di Bandara Maratua hanya 1.400, masih kurang 200 meter lagi," ujarnya.
Jika diminta pemilik pesawat, kata Prabu, dirinya akan menyanggupi mendarat di Bandara Maratua. Tapi pendaratan tidak akan nyaman. Prabu pun tak berani menjamin, pesawat itu bisa tinggal landas dari Pulau Maratua.
Bisa saja mendarat di landasan 1.400 tapi tidak bisa take off kalau kurang dari 1.600 meter. Penjelasan itu pun disampaikan langsung kepada pemilik pesawat yang berada di ruang VIP.
Beberapa menit kemudian, mereka melanjutkan perjalanan dari Bandara Kalimarau menuju Bandara Maratua dengan menggunakan dua unit helikopter.
Mestinya, hari itu ada tiga helikopter yang digunakan untuk mengangkut para pejabat.
Tjahjo Terharu
Tiba di Pulau Maratua, Mendagri Tjahjo Kumolo langsung meresmikan lebih dari 20 proyek besar di Kabupaten Berau. Proyek pembangunan berbagai infrastruktur itu tersebar di berbagai kecamatan.
Menurut Kabag Humas Pemkab Berau Syahrani, peresmian itu dilakukan secara simbolis di Pulau Maratua. "Saya sendiri tidak menduga, ternyata pembangunan di Kabupaten Berau sangat pesat, bahkan saya haru meresmikan puluhan proyek sekaligus," kata Tjahjo.
Berapa proyek yang diresmikan, antara lain Kantor Disnakertrans senilai Rp 6,5 miliar, kantor arsip Rp 4 miliar, gedung perpustakaan Rp 10 miliar. Ada juga RS Pratama Talisayan Rp 18 miliar bersumber dari APBD Provinsi.
Puskemas Suaran dibangun dengan anggaran Rp 1 miliar lebih, Dermaga Semurut Tablar senilai Rp 365 juta, proyek pembangunan jaringan listrik Kampung Bukit Makmur Rp 2,2 miliar.
Jaringan listrik Kampung Suka Murya Rp 2,4 miliar. Proyek jaringan listrik senilai Rp 3 miliar lebih serta puluhan proyek pemerintah lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mendagri-tiba-di-berau_20150911_105233.jpg)