Kebakaran Hutan
Kabut Asap Tebal, Pilot Tolak Lanjutkan Penerbangan ke Maratua
Untuk kesekian kalinya, Kabupaten Berau dikunjungi pejabat negara.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Untuk kesekian kalinya, Kabupaten Berau dikunjungi pejabat negara.
Kali ini Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang berkunjung ke Pulau Maratua, tepatnya di Kampung Payung payung. Kunjungan kerja Menteri Kabinet Kerja ini untuk meresmikan puluhan proyek di Kabupaten Berau.
Meski kabut asap tebal masih menyelimuti Bandara Kalimarau, pesawat Citizen nomor registrasi PK-BSW yang ditumpangi Tjahjo Kumolo tetap mendarat di Bandara Kalimarau sekitar pukul 11.00 wita. Padahal, saat bersamaan seluruh maskapai penerbangan menunda penerbangan.
Dari pesawat berukuran setengah kali lebih kecil dari pesawat embraer itu, Tjahjo Kumolo menuruni tangga pesawat bersama Aksa Mahmud, pemilik Bosowa Grup sekaligus pemilik pesawat jet tersebut.
Tak banyak penumpang yang ikut dalam penerbangan itu. Meski bermesin jet ganda, pesawat itu hanya berkapasitas 6 penumpang. Selain Tjahjo Kumolo dan Aksa Mahmud, hanya ada ajudan menteri, satu orang pramugari, satu orang teknisi beserta pilot dan co-pilot.
Baca: Gara-gara Kabut Asap, Bandara Ditutup dan Rugi Rp 10 Miliar
Rombongan Mendagri disambut Bupati Berau Makmur HAPK didampingi Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai. Rombongan dijemput mobil Toyota Hiace ke ruang VIP.
Tamu yang datang disambut tari Jepen. Salah satu penari mengenakan topi kebesaran suku Dayak ke kepala Tjahjo Kumolo.
Tak lama kemudian, dua orang pria mengenakan pakaian pilot menyusul masuk ke dalam. Mereka adalah pilot Prabu Radhakrishna dan co pilot Adnan.
Kepada Tribunkaltim.co, Prabu yang merupakan pilot bekebangsaan asing itu mengatakan, sejak awal dirinya sudah mendapat laporan kondisi cuaca di Berau, namun sebagai pilot berpengalaman, Prabu paham betul bagaimana bermanuver saat terjadi kabut asap.
"Kabutnya sangat tebal, cukup mengganggu pandangan," kata Prabu dalam bahasa Inggris. Adnan yang mendampingi Prabu membenarkan, kabut asap yang menyelimuti wilayah Berau cukup parah tetap diterjang, namun tetap menggunakan perhitungan.
Baca: Kabut Asap Selimuti Bandara, Pilot Takut Terbangkan Gubernur
"Tapi tidak ada kendala, kami mencoba mendekati landasan pacu, asal terlihat sedikit saja arah landasan kami masih bisa mendarat, lagipula kami masih dipandu dengan ILS (Instrument Landing System)," ungkapnya.
Pesawat berangkat dari Jakarta pukul 08.00 waktu setempat (Jakarta) dan terbang selama 2 jam 10 menit. Pesawat pribadi milik Aksa Mahmud itu terbang langsung dari Jakarta-Berau.
"Kami tidak singgah di Balikpapan dan tidak melakukan refuel, kami langsung terbang ke sini (Bandara Kalimarau)," kata Adnan.
Sejak Rabu hingga Kamis kemarin, aktivitas Bandara Kalimarau lumpuh akibat kabut asap tebal yang menyelimuti bandara.
Menurut otoritas bandara dan BMKG Berau, kabut asap kali ini lebih buruk dari kabut asap hari Rabu lalu dan jarak pandang pada hari Kamis kemarin hanya 500 meter.
Meski tergolong nekat, bukan berarti tanpa perhitungan yang matang. Buktinya, saat tengah wawancara dengan Tribunkaltim.co, mereka sempat diminta terbang kembali mengantar rombongan Menteri dan pejabat Pemkab Berau ke Pulau Maratua dengan pesawat sama. Namun permintaan itu ditolak dengan tegas oleh Prabu.
Menurut Prabu, landasan pacu Bandara Maratua tidak cukup panjang dan tidak memiliki lebar yang cukup untuk pesawat Citizen.
"Pesawat ini membutuhkan landasan pacu minimal 1.600 meter, sedangkan landasan pacu di Bandara Maratua hanya 1.400, masih kurang 200 meter lagi," ujarnya.
Jika diminta pemilik pesawat, kata Prabu, dirinya akan menyanggupi mendarat di Bandara Maratua. Tapi pendaratan tidak akan nyaman. Prabu pun tak berani menjamin, pesawat itu bisa tinggal landas dari Pulau Maratua.
Bisa saja mendarat di landasan 1.400 tapi tidak bisa take off kalau kurang dari 1.600 meter. Penjelasan itu pun disampaikan langsung kepada pemilik pesawat yang berada di ruang VIP.
Beberapa menit kemudian, mereka melanjutkan perjalanan dari Bandara Kalimarau menuju Bandara Maratua dengan menggunakan dua unit helikopter.
Mestinya, hari itu ada tiga helikopter yang digunakan untuk mengangkut para pejabat.
Tjahjo Terharu
Tiba di Pulau Maratua, Mendagri Tjahjo Kumolo langsung meresmikan lebih dari 20 proyek besar di Kabupaten Berau. Proyek pembangunan berbagai infrastruktur itu tersebar di berbagai kecamatan.
Menurut Kabag Humas Pemkab Berau Syahrani, peresmian itu dilakukan secara simbolis di Pulau Maratua. "Saya sendiri tidak menduga, ternyata pembangunan di Kabupaten Berau sangat pesat, bahkan saya haru meresmikan puluhan proyek sekaligus," kata Tjahjo.
Berapa proyek yang diresmikan, antara lain Kantor Disnakertrans senilai Rp 6,5 miliar, kantor arsip Rp 4 miliar, gedung perpustakaan Rp 10 miliar. Ada juga RS Pratama Talisayan Rp 18 miliar bersumber dari APBD Provinsi.
Puskemas Suaran dibangun dengan anggaran Rp 1 miliar lebih, Dermaga Semurut Tablar senilai Rp 365 juta, proyek pembangunan jaringan listrik Kampung Bukit Makmur Rp 2,2 miliar.
Jaringan listrik Kampung Suka Murya Rp 2,4 miliar. Proyek jaringan listrik senilai Rp 3 miliar lebih serta puluhan proyek pemerintah lainnya.
Baca: Kabut Asap Menyebar, Anak-anak pun Menderita ISPA
Selain meresmikan puluhan proyek yang dibiaya pemerintah, ada pula beberapa proyek yang didanai perusahaan swasta, seperti pabrik pengolahan CPO milik PT Dwi Wira Lestari Jaya dan pabrik CPO milik PT Jabontara Eka Karsa.
Selain peresmian sejumlah proyek, Tjahjo Kumolo juga melakukan groundbreaking pembangunan terminal penumpang Bandara Maratua, pembangunan PLTU 2x10 MW milik PT Supra Bara Energi. PLTU kapasitas sama dibangun PT Artha Tunggal Mandiri.
Ada juga PLTU yang dibangun PT Usaha Bangun Bersama 2x3 MW dan pembangunan PLTU Lati 7 MW. Groundbreaking pembangunan SMA Negeri 4 senilai Rp 120 miliar.
Seusai acara, peresmian, rombongan Mendagri kembali ke Tanjung Redeb dilanjutkan silaturahmi dengan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Berau. (*)
***
UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page fb TribunKaltim.co atau follow twitter @tribunkaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mendagri-tiba-di-berau_20150911_105233.jpg)