Kolom Rehat

Self, Selfie dan Selvesie

Dalam bahasa Inggris, self adalah bentuk tunggal (singular) yang berarti diri, sedangkan bentuk jamaknya (plural) adalah selves.

oleh: ARIF ER RACHMAN

SEORANG teman di Facebook mengirim personal message. Isinya menanyakan mengapa tidak ada kolom Rehat pada Tribun Kaltim edisi Minggu (13/9) lalu.

Berikut saya kutipkan pesan itu apa adanya: "Assalamualaikum, mas kok ga ada tulisan Mas Arif hari ini?" tulisnya.

Saya jawab salamnya lalu minta maaf karena ada kesibukan lain sehingga tidak sempat menulis untuk kolom Rehat.

"Saya salah satu pembaca setia tulisan mas Arif xixi...Tulisan mas itu ringan tapi ajib ilmunya, kadang suka nohok membuat orang berpikir oh iya ya....Kadang suka bikin saya ketawa sendiri

Isinya padat tapi dikemas secara nyantai. Ayo mas, ditunggu tulisannya minggu ini," tulisnya lagi.

Tentu saja saya senang menerima pesan itu dan lumayan ge-er. Ternyata tulisan saya ada yang menunggu. Tapi tidak perlu lah saya terus-teruskan soal ini. Saya tidak mau dibilang self-centered alias selfish karena sudah empat paragraf isinya soal diri saya sendiri.

Oh ya, ngomong-ngomong soal diri sendiri (self), saya jadi ingat acara yang saya hadiri pekan lalu di Banjarbaru, Kalsel.

Dalam kegiatan yang berlangsung tiga hari itu -- yang membuat saya tidak sempat untuk menulis Rehat pekan lalu --saya bertemu dengan rekan-rekan dan kolega- kolega baru. Saat berkumpul, baik saat berada dalam bus, saat makan, saat ngobrol, saat ngopi, saat mengikuti acara, hingga saat berada di bandara dan di dalam pesawat, kami selalu berfoto bersama menggunakan ponsel. Menurut istilah saat ini, kami melakukan selfie.

Rasanya saya belum pernah mengambil foto sendiri sebanyak yang saya lakukan saat itu. Sedikit- sedikit selfie, sedikit-sedikit selfie lalu mengunggahnya ke akun Path, Instagram, Twiiter, dan Facebook saya. Norak ya? Biarin.

Yang penting menyenangkan dan tidak merugikan orang lain.

Lagian, orang-orang terkenal juga sering selfie dan tidak malu. Bintang-bintang Hollywwod sampai kepala negara seperti Presiden AS Barack Obama juga pernah selfie dan bahkan secara sengaja atau tidak telah mendorong orang lain untuk berbuat serupa.

Selfie seingat saya semakin mewabah di seantero dunia sekitar lima atau enam tahun lalu dan puncaknya pada tahun 2013 ketika kata 'selfie' masuk sebagai entry dalam Oxford Dictionary dan langsung dinobatkan sebagai Word of the Year 2013.

Arti selfie menurut kamus Oxford adalah aktivitas memotret diri sendiri atau self-portrait dengan menggunakan posel atau kamera lalu mengunggahnya ke media sosial seperti Facebook, Twitter, dan lain-lain.

Kegiatan memotret diri sendiri sebenarnya bisa dirunut hingga ke awal abad 19, tepatnya pada 1839 ketika seorang pionir fotografi asal AS, Robert Cornelius, memotret dirinya sendiri dengan menggunakan kamera kuno.

Selain sering disebut sebagai foto-diri pertama, foto Robert Cornelius itu juga dianggap sebagai foto pertama dengan objek manusia.

Kemudian pada tahun 1900, ketika Kodak mengeluarkan kamera boks portabel bernama Kodak Brownie, memotret diri sendiri dengan bantuan cermin semakin sering dilakukan.

Putri Kekaisaran Rusia, Anastasia Nikolaevna, adalah salah satu remaja yang diketahui pertama kali mengambil fotonya sendiri melalui cermin untuk dikirim kepada temannya pada tahun 1914.

Dalam surat yang dikirim bersama foto itu, ia menulis: "Saya mengambil foto ini menggunakan cermin. Sangat susah dan tangan saya gemetar."

Tentu saja saat itu istilahnya bukan selfie, karena kata 'selfie' tercatat digunakan pertama kali justru oleh pemuda yang agak mabuk dalam sebuah forum online Australia pada 13 September 2002. Dia mengunggah foto diri hasil potretan sendiri disertai kalimat: "... Maaf kalau tidak fokus, ini cuma selfie."

Istilah selfie kemudian cepat mewabah dengan adanya interaksi di media sosial yang mendunia. Jika kita membuka Twitter, Path, Facebook, Instagram, Google+, Snapchat, Flickr, dan Tumblr, pasti kita menemukan banyak selfie.

Tujuannya menurut saya tak lain sekadar mengekspresikan diri atau ingin menginformasikan keberadaan saat itu atau sedang bersama siapa.

Meski begitu, polah selfie ini juga tak urung menjadi bahan penelitian dari berbagai disiplin ilmu, dari soal psikologi atau kejiwaan hingga soal gender. Ada yang mengatakan bahwa selfie menunjukkan sifat narsis dalam diri manusia, dan ada juga yang menyebutkan bahwa selfie justru jauh lebih banyak dilakukan oleh pria.

Dari sisi bahasa (Inggris), selfie sebenarnya mengacu pada satu orang. Potret dengan objek satu orang, yaitu si pemotret sendiri.

Bagaimana dengan selfie dengan objek banyak orang atau beramai-ramai seperti foto terkenal Ellen DeGeneres selaku host perhelatan Oscar tahun lalu bersama Meryl Streep, Julia Roberts, Angelina Jolie, Brad Pitt, Bradley Cooper, Jennifer Lawrence, Jared Leto, dan lain-lain?

Parusahaan pembuat ponsel, Huawei Technologies di Tiongkok, memanfaatkan fenomena foto selfie rombongan itu dengan mendaftarkan istilah 'groufie' menjadi trade mark-nya. Kata groufie diperkenalkan saat peluncuran ponsel pintar Ascend P7 dari Huawei pada 2014.

Tak mau kalah dengan Huawei, Samsung menculkan kata 'wefie' sebagai trade mark-nya untuk sebutan selfie dengan objek banyak orang dan memperkenalkannya saat peluncuran kamera seri NX dengan lensa wide-angle. Istilah ini lebih banyak digunakan daripada groufie.

Sementara itu, saya juga punya istilah lain yang menurut saya lebih pas, yaitu 'selvesie'. Dalam bahasa Inggris, self adalah bentuk tunggal (singular) yang berarti diri, sedangkan bentuk jamaknya (plural) adalah selves. Jadi kalau self menjadi selfie, maka selves menjadi selvesie.

Boleh dong istilah ini menjad trade mark saya, dan saya memperkenalkannya pertama kali dalam kolom "Rehat" ini, he he ...

Selamat berakhir pekan. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Maraknya Fenomena Sound Horeg

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved