Ribuan Ikan Mas Mati Bikin PDAM Was-was
Temuan ribuan ikan mas yang mati di bantaran Sungai Segah membuat PDAM Tirta Segah ikut merasa was-was.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Temuan ribuan ikan mas yang mati di bantaran Sungai Segah membuat PDAM Tirta Segah ikut merasa was-was.
Pasalnya, Sungai Segah menjadi sumber baku utama air bersih, akibatnya PDAM terpaksa berhenti memproduksi air untuk sementara waktu sampai ada kejelasan penyebab kematian ribuan ikan mas milik petani keramba.
"Makanya kita hentikan sementara sampai kami mengetahui penyebab kematian ikan-ikan ini, jangan sampai air yang kita produksi mengancam kesehatan masyarakat, karena sumbernya dari sungai yang sama," kata Direktur PDAM Tirta Segah, Bahriasnyah kepada Tribunkaltim.co, Rabu (30/9/2015).
Dijelaskan, pihaknya menghentikan produksi air bersih sejak Selasa (29/9/2015) kemarin.
"Yang pertama kita hentikan produksinya di Labanan (Kecamatan Teluk Bayur), karena laporan pertama ada ribuan ikan dari sana. Ada lebih dari 300 pelanggan kami di Labanan sejak kemarin tidak mendapat pasokan air. Setelah mengetahui sepanjang aliran sungai ini ikan-ikan pada mati, kita hentikan total sampai ada hasil pemeriksaan instansi terkait," ungkapnya.
Baca: Ribuan Ikan Mati Mendadak, Petani Rugi Ratusan Juta Rupiah
Pihaknya bersama-sama Badan Lingkungan Hidup (BLH) mengambil sampel air di bantaran Sungai Segah yang ada di Kampung Labanan untuk mengetahui kualitas sumber air baku.
"Kami juga harus tahu, apakah air itu mengandung penyakit berbahaya atau tidak," tegasnya.
Ditanya sumber air alternatif bagi pelanggannya, Bahriansyah pun terdiam sejenak.
"Tidak bisa, karena sumber air kami memang dari sungai. Kami sarankan masyarakat memanfaatkan sumur-sumur atau sumber air lainnya, seperti air hujan yang ada di sekitar rumahnya," tuturnya singkat.
Bahriansyah meminta masyarakat bersabar, selain elevasi sungai masih rendah, temuan adanya ribuan ikan yang mati ini membuat pihaknya harus lebih waspada. (*)
***
UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page fb TribunKaltim.co atau follow twitter @tribunkaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ikan-mati-di-berau2_20151001_120605.jpg)