Seminar PLTN Heboh karena Peserta Mendadak Bentangkan Poster Ini
Awalnya, seminar berjalan seperti biasa. Diawali dengan registrasi, seremoni pembukaan, dan kemudian presentasi oleh sejumlah pembicara
Penulis: Rafan Dwinanto |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -Acara seminar rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di ruang serbaguna kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, yang semula berjalan normal, berubah menjadi heboh setelah sekelompok peserta mendadak bersalin baju hitam-hitam, dan kemudian membentangkan poster berisi penolakan terhadap PLTN.
Seminar tersebut digagas oleh Pemprov Kaltim dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harkiteknas), Rabu (30/9/2015). Juga sekaligus untuk mematangkan rencana Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak membangun pembangkit listrik bertenaga nuklir. Sepekan sebelumnya, gubernur bersama rombongan telah berkunjung ke sebuah perusahaan penyedia PLTN di Rusia.
Awalnya, seminar berjalan seperti biasa. Diawali dengan registrasi, seremoni pembukaan, dan kemudian presentasi oleh sejumlah pembicara. Hadir pula Deputi Kajian dan Keselamatan Nuklir, Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional (Bapeten), Dr Yus Rusdian Akhmad M Eng.
Saat Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kaltim Ibrahim sedang presentasi, sekelompok peserta seminar yang semula duduk manis mendadak bersalin baju. Mereka lalu kenakan pakaian serba hitam. Dan sedetik kemudian menutupi mukanya dengan masker, terus berdiri di sisi kanan ruang seminar dengan membentangkan poster menolak nuklir.
Poster itu rupanya sudah mereka persiapkan. Mereka berdiri dan membentangkan poster tersebut di belakang meja para pembicara. Hal ini tentu saja membuat kikuk para pembicara. Seminar pun menjadi heboh dan riuh karena tidak disangka-sangka. Sebagian peserta lain sibuk mengabadikan peristiwa langka itu dengan kamera ponsel mereka.
Belakangan diketahui mereka adalah para aktivis Jatam Kaltim yang juga diudang dalam seminar tersebut. Panitia lantas minta Satpol Pamong Praja di luar ruang untuk menghalau para pengunjukrasa tersebut.
Beberapa menit berselang, Satpol PP mendatangi perwakilan pengunjuk rasa dan langsung berdialog. "Kita minta waktu 30 menit saja untuk berdiri di sini," kata Didit Haryadi, Koordinator Aksi dan Kampanye Jatam.
Untuk beberapa saat seminar terus berjalan. Namun, para pengunjukrasa segera berpindah tempat, berdiri di belakang para narasumber utama seminar yang berasal dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), dan beberapa pejabat Pemprov.
Melihat gelagat ini, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kaltim, Fuad Asyadin segera memerintahkan Satpol PP untuk menertibkan unjukrasa ini. "Tolong keamanan tertibkan ini. Ini sudah tidak kondusif lagi kalau berdiri di belakang. Kalau di samping saja tidak apa," kata Fuad yang langsung diikuti Satpol PP.
Melihat Satpol PP maju, tanpa di komando, pengunjukrasa langsung berbalik dan meninggalkan ruang seminar tanpa berkomentar sepatah katapun.
Ditemui di lapangan parkir, Didit menuturkan aksi ini merupakan bentuk penolakan Jatam terhadap rencana pembangunan PLTN di Kaltim. "Kita diundang sebagai peserta. Sekalian saja kami manfaatkan seminar ini sebagai panggung untuk menolak PLTN di Kaltim," kata Didit.
Menurut Didit, aksi ini berlangsung spontan, setelah permintaan Jatam terkait data Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov dan Batan, ditolak Badan Penilitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda).
"Kita sebelumnya ke Balitbangda mau minta data MoU. Tapi tidak diberi dan justru diundang sebagai peserta seminar. Ya kita manfaatkan saja seminar ini sebagai panggung," tutur Didit. (rad)
Deputi Bapeten Kaget
Deputi Kajian dan Keselamatan Nuklir, Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional (Bapeten), Yus Rusdian Akhmad mengaku terkejut dengan aksi damai yang dilakukan aktivis Jatam Kaltim di dalam forum seminar itu.
"Ya kaget juga. Biasanya di kantor pemerintah itu security-nya ketat. Tapi saya tidak tahu kok bisa lolos," kata Yus, kala ditemui seusai seminar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/seminar_pltn_demo_20151001_212727.jpg)