Kebakaran Hutan
Hutan Wisata Bangkirai Terbakar Diduga Ada Faktor Kesengajaan
Hutan Kawasan Wisata Alam (KWA) Bukit Bangkirai, Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) lagi-lagi diamuk si jago merah.
Penulis: tribunkaltim |
Sebelumnya, Jumat (9/10/2015) api membakar 20 hektare di kawasan Hutan Bangkirai. Api membakar sisi samping pembatas yang sebelumnya dibuat menggunakan buldoser. Kejadian ini mengherankan pengelola KWA. Sebelumnya, mereka sudah keliling di sekitar area yang terbakar, namun kebakaran tetap terjadi.
Beberapa tanda di pohon bercat merah bertuliskan Kira dan MT diduga menjadi pembatas bagi pembakar liar. "Mereka(kelompok tani) tampaknya sudah membagi wilayah untuk anggotanya. Lahan yang terbakar ini sudah ditandai, ada pembatasnya," ungkapnya.
Baca: Kawasan Hutan di Kilometer 58 Bukit Soeharto Kutai Kartanegara ...
Sampai saat ini api masih terus membakar. Rencananya buldoser dikerahkan untuk membuat batasan wilayah yang bisa menghambat lajunya pergerakan api. Selain itu pos penjagaan akan dibuat di lokasi yang diduga menjadi incaran kelompok tani yang berniat membuka lahan di area KWA.
Hingga tadi malam petugas dan Tribunkaltim.co masih berada di lokasi kebakaran sembari menunggu bantuan buldozer dan persediaan air.
Bangun Portal
Untuk mengatasi terjadinya pembakaran lahan yang dilakukan tangan-tangan jahil, PT Inhutani berencana mendirikan portal di beberapa titik strategis.
Manajer Hutan Tanaman Industri (HTI) Batu Ampar Agus Beniarto mengungkapkan kebakaran hutan yang melanda kawasan HTI dan KWA Bukit Bangkirai tahun ini termasuk gawat. Pihaknya berencana membangun pos dan portal.
"Secepatnya kami akan menutup akses ke kawasan HTI dengan cara membangun portal dan pos. Itu nanti dibangun di jalur-jalur strategis HTI. Harapannya supaya tidak sembarangan orang bisa masuk ke kawasan kami," ucapnya.
Baca: Kebakaran Hutan di Bukit Soeharto Akibat Puntung Rokok
Kebakaran yang kerap terjadi tak bisa dipandang sebelah mata lantaran sengaja dilakukan manusia. Padahal pihaknya telah memasang rambu-rambu seperti papan larangan merambah hutan, papan status kawasan, dan lain-lain. Namun hal itu tidak menghalangi para perambah hutan yang nekat memasukk area HTI.
"Kalau yang sekarang terjadi ini tidak ada titik api yang asalnya dari batubara. Kelihatannya ini masyarakat memanfaatkannya untuk membakar lahan mereka namun merembet ke kawasan HTI," katanya. (*)
***
UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co Follow @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kebakaran-di-hutan-bukit-bangkirai_20151011_143510.jpg)