Kabut Asap

Romo Magnis: Semua Kepala Daerah di Wilayah Kebakaran Hutan Harus Dipecat

"Kalau betul, bahwa hujan itu baru turun di bulan Desember, sekarang sudah tidak bisa dipadamkan. Ini bahaya, malapetaka serius," katanya.

Romo Magnis: Semua Kepala Daerah di Wilayah Kebakaran Hutan Harus Dipecat
KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO
Franz Magnis-Suseno atau yang akrab disapa Romo Magnis 

TRIBUNKALTIM.CO - Kebakaran hutan harus ditangani secara serius karena telah menimbulkan bencana kabut asap di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Begitulah pernyataan Budayawan dan filsuf Franz Magnis Suseno.

"Saat ini, korban akibat kabut asap sudah mulai berjatuhan. Setiap minggu, dikalikan 10 (warga), ada yang mati, dan ini bisa menjadi malapetaka buat puluhan juta orang," kata lelaki yang akrab disapa Romo Magnis di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (26/10/2015).

Romo Magnis mengatakan hal itu seusai memberikan kuliah umum di Gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa masalah kebakaran hutan masih kurang diperhatikan.

"Kalau betul, bahwa hujan itu baru turun di bulan Desember, sekarang sudah tidak bisa dipadamkan. Ini bahaya, malapetaka serius," katanya.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah untuk melakukan tindakan tegas, yakni dengan menghukum pembakar hutan.

Selain itu, kata dia, kepala daerah di wilayah kebakaran hutan juga harus bertanggung jawab karena mereka bertugas untuk menjaga kelestarian hutan.

"Menurut saya, semua bupati di wilayah (kebakaran hutan) itu harus dipecat karena itu tugas mereka (menjaga kelestarian hutan)," ujarnya.

Menurut dia, Presiden Joko Widodo juga harus menindak menterinya yang lalai karena, sebelum kebakaran hutan merebak di sejumlah wilayah, pada bulan April sudah ada laporan terkait keberadaan titik-titik panas.

"Menteri Kehutanan juga harus dipecat karena seharusnya itu (kebakaran hutan) tidak terjadi, itu menjadi malapetaka nasional. Saya harap saya keliru, tetapi kemungkinan itu ada. Sekarang, (kebakaran) tidak tahu bagaimana mau ditanggulangi," katanya. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co  Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved