Pascakebakaran, Pedagang Tetap Berjualan di Lokasi yang Sama
Pasca kebakaran besar yang menghanguskan ratusan kios dan bangunan di Pasar Segiri Samarinda, Jl DR Sutomo, Kelurahan Sidodadi, Samarida Ulu.
Penulis: Doan E Pardede |
1. Khawatir Ikan Asin Busuk, Pedagang Ini Pilih Jualan
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP -- Warga mengais barang berharga dan melihat lokasi kebakaran Pasar Segiri.
BELASAN pedagang tak menunggu lama menganggur di rumah. Mereka langsung kembali ke Pasar Segiri untuk berjualan kembali, Jumat (30/10/2015).
Lokasi yang dijadikan tempat berjualan, sesuai dengan tempat awal sebelum kebakaran terjadi. Beberapa titik, memang terlihat sangat rawan runtuh. Seperti titik yang sebelumnya diberi garis polisi, tampak sangat rapuh dan keropos.
Belum lagi besi kerangka bangunan di bagian atas kios atau bagian bawah gedung di lantai 2 sudah melengkung akibat panasnya api dari kebakaran.
Hj Kasmiati, seorang pedagang besar ikan asin di Pasar Segiri yang kiosnya habis terbakar, memilih tetap berjualan karena khawatir ikan asin yang sudah tiba tidak bisa terjual dan busuk.
Baca: 1 Tewas dan 4 Terluka dalam Kebakaran Pasar Segiri Grosir ...
Pasca kebakaran kata dia, arus masuk ikan asin tetap seperti biasa. Pasokan ikan asin dari Banjarmasin, Surabaya dan beberapa daerah lainnya tetap masuk dan tidak bisa dihentikan. Dia juga menyadari akan bahaya yang mungkin terjadi jika beraktivitas di lokasi eks kebakaran. Namun di satu sisi kata dia, jika tidak segera dijual, dikhawatirkan lebih dari 1 ton ikan asin yang sudah dipesan bisa busuk.
"Kalau tidak dijual, ikan asin bisa busuk," kata dia.
Jika dilarang berjualan kata wanita yang sudah sekitar 20 tahun berjualan di Pasar Segiri tersebut, dia bisa rugi hingga jutaan rupiah per harinya. :Sehari itu bisa sampai Rp 5 juta," katanya.
Kepala UPTD Pasar Segiri, Agus Basuki di lokasi mengatakan, sudah melarang segala aktivitas di lokasi eks kebakaran. Bukan hanya di lapak yang terbakar, aktivitas pedagang di lantai 2 dan perkantoran juga sudah tidak diperbolehkan. Mengingat lokasi Pasar Segiri yang sangat terbatas, mengupayakan tempat berdagang sementara juga menurutnya tidak memungkinkan.
"Makanya saya pusing cari tempat di mana. Kalau orang berpikir, ah kan aman saja. Begitu terjadi apa-apa, menuntutnya semua ke saya," katanya.
Sejauh ini kata dia, upaya mengingatkan pedagang akan bahaya bangunan runtuh sudah digencarkan. Mulai dari pemasangan spanduk, larangan lisan, pemasangan police line, kata dia, sudah dilakukan.
"Kalau mereka nekat, terjadi apa-apa jangan melimpahkan kepada saya," katanya.