SALAM TRIBUN

Kereta Api

Kita berharap Pemprov tidak menjadi silau dengan investasi besar yang masuk. Jalur kereta api berikut coal stockpile di pelabuhan-pelabuhan besar...

DOK TRIBUNKALTIM

Sejumlah pegiat tambang dan lingkungan di Kaltim mengkhawatirkan pembangunan jalur kereta api barang ini hanya akan mempercepat ludesnya stok kandungan batubara di Kaltim. Dinamisator Jatam Kaltim, Merah Johansyah memperkirakan, produksi batubara akan melonjak drastis hingga tiga kali lipat. Ratusan perusahaan tambang akan berlomba-lomba untuk meningkatkan produksinya karena jalur angkutan menjadi lebih mudah dan murah. Tak ada lagi hambatan seperti ketika melewati sungai.

Saat ini produksi batubara Kaltim sebesar 200 juta metrik ton per tahun atau 45 persen total produksi nasional. Sedang stok tersisa hanya 8 miliar metrik ton. Artinya, dalam 15 tahun ke depan atau tahun 2030 mendatang, mungkin tidak ada lagi batu bara di Kaltim. Kekayaan SDA itu diangkut mentah- mentah ke Taiwan, Malaysia, Italia, Jepang, India, Cina, Hongkong, Cina, Korea dan Thailand. Lalu yang akan tersisa hanyalah galian-galian tambang yang mengancam nyawa anak-anak dan merusak lingkungan, seperti kini terlihat di kota Samarinda.

Ratusan galian lubang bekas tambang itu menjelma menjadi monster dan mengepung kota. Dan kemarin, bersamaan dengan kedatangan Presiden Jokowi ke Kaltim, sebuah kolam tambang kembali memakan korban. Aprilia Wulandari (13) tewas tenggelam di kolam tambang di Loa Bahu. Dia menjadi korban ke-12, yang sejauh ini belum ada tindakan apa pun dari Walikota dan Gubernur. Entah harus berapa lagi yang akan ditumbalkan oleh penguasa?

Kita berharap Pemprov tidak menjadi silau dengan investasi besar yang masuk. Jalur kereta api berikut coal stockpile di pelabuhan-pelabuhan besar yang akan dibangun haruslah disadari bukan dalam rangka untuk menggenjot ekspor batubara dan menguras kekayaan sumberdaya alam yang kita punya, namun semata untuk mendukung kebijakan pemenuhan pasar dalam negeri (domestic market obligation) bagi kedaulatan energi nasional.

Inilah saatnya Pemprov Kaltim untuk belajar dari pengalaman dengan tak lagi menggantungkan ekspor batubara dan sektor ekstraktif lainnya sebagai tumpuan dalam meningkatkan pertumbunan ekonimi Kaltim. Seiring dengan membaiknya infrastruktur, Kaltim semestinya bisa. Hanya dengan begitulah, kelak anak-anak kita dapat berbangga dan tersenyum melihat pemandangan yang masih hijau -- bukan lubang-lubang tambang -- di sepanjang jalur kereta api yang dinaikinya.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved