Kunjungan Presiden Jokowi ke Kaltim

Pejabat Pemprov Yakin Semua Proyek Bisa Terlaksana

Ia mengakui megaproyek tersebut sempat terhambat beberapa waktu lantaran kucuran APBD yang diangarkan tak cukup kuat mendanai proyek tersebut.

Pejabat Pemprov Yakin Semua Proyek Bisa Terlaksana
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Jokowi meresmikan pabrik PKT di Bontang. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim M Abduh Kuddu, Cornel Dimas, dan Samir

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Menanggapi permintaan Presiden Jokowi agar proyek senilai Rp 71 triliun tersebut tidak hanya sekadar groundbreaking, Pelaksana Tugas Sekprov Kaltim Rusmadi yakin rangkaian proyek yang telah di-groundbreaking bisa terlaksana.

Rusmadi mengatakan, saat ini proyek yang telah di-groundbreaking tak ada yang baru rencana, melainkan telah berjalan. Ia menyebutkan, pembangunan rel kereta api telah masuk tahap pembebasan lahan. Bahkan pembangunan Jembatan Pulau Balang yang melintasi Teluk Balikpapan tinggal menunggu waktu digunakan.

"Untuk kereta api misalnya, kalau mau lihat ke lokasi, di sana sudah mulai pembebasan lahan. Laporan Bupati PPU, 130 hektare yang telah dibebaskan. Tapi progress ini kan real. Untuk Jembatan Pulau Balang, bentang pendek kan kita sudah oke, tidak ada masalah," ujarnya.

Ia mengakui megaproyek tersebut sempat terhambat beberapa waktu lantaran kucuran APBD yang diangarkan tak cukup kuat mendanai proyek tersebut. Perlu penambahan APBN dengan nilai 1,3 triliun. Ia pun mengingatkan agar masyarakat tak khawatir dengan pembangunan tersebut.

"Itupun sudah kontrak, termasuk dengan jalan tol yang sudah paket itu. Paket uang didanai APBD dan APBN ini real dan sudah berjalan. Insyaallah yang disampaikan Pak Jokowi juga merupakan sikap dan kebijakan yang selama ini dilakukan Pemprov Kaltim, jadi jangan ada kekhawatiran," ucapnya.

Sementara terkait pengawasan pembangunan megaproyek tersebut, Pemprov telah membuat sistem monitoring dan evaluasi. Bahkan hal itu terbuka secara umum yang mana masyarakat juga bisa melakukan pengawasan terkait kemajuan pembangunan. Ia menyebutkan, pengawasan tak hanya sebatas realisasi serapan anggaran, melainkan juga realisasi fisik bngunan proyek.

Baca: Jokowi Tidak Ingin Sekadar Groundbreaking, 3 Bulan Lagi Ia Kembali untuk Cek Proyek

Ia menyerukan agar masyarakat dan LSM memantau dan tidak teramat tendensius. Ia mencontohkan judgement terhadap pembangunan rel kereta api yang menurut masyarakat dan LSM pembangunan tersebut hanya untuk kepentingan batu bara.

"Kita terbuka untuk masyarakat memantau, hanya kita perlu masyarakat apalagi LSM tidak tendensius. Jadi jangan berkomentar tapi tidak melihat real. Misalnya pembangunan rel kereta api, mereka melihatnya hanya sebagai kereta api batu bara. Padahal Gubernur tadi sudah mengatakan kereta api yang dimaksud sejak awal adalah kereta api yang tidak hanya mengangkut hasil batu bara. Tapi hasil bumi Kalimantan termasuk semua potensi yang ada, CPO, dan industri lainnya," tutur Rusmadi.

Halaman
12
Penulis: tribunkaltim
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved