Narkoba

Pemilik Sabu Saksikan 200 Gram SS Dibuang ke Septic Tank

Aparat kepolisian, kejari dan Pengadilan Negeri Tanjung Redeb, memusnahkan barang bukti sabu-sabu seberat lebih 200 gram.

tribun kaltim/geafry necolsen
Aparat penegak hukum terdiri dari polisi, Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Tanjung Redeb, memusnahkan barang bukti sabu-sabu dengan berat lebih dari 200 gram. Pemusnahan barang bukti itu juga disaksikan oleh para pemilik barang haram tersebut. 

TRIBUN, TRIBUNKALTIM.CO -Aparat penegak hukum, terdiri dari Polisi, Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Tanjung Redeb, memusnahkan barang bukti sabu-sabu dengan berat lebih dari 200 gram. Pemusnahan barang bukti itu juga disaksikan oleh para pemilik barang haram tersebut.

Pemusnahan sabu-sabu dilakukan dengan cara sederhana, yakni melarutkan butiran sabu ke dalam larutan garam sebelum akhirnya dibuang ke septic tank melalui lubang WC. Barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus peredaran narkoba dari tangan tersangka berinisial Snr (45) belum lama ini.

Saat itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 209,29 gram dan uang senilai Rp28,65 juta yang diduga hasil penjualan narkoba. Pengungkapan kasus ini boleh dibilang yang terbesar di Kabupaten Berau.

"Ini merupakan tangkapan yang terbesar. Dilihat dari jumlahnya 209,29 gram diperkirakan mencapai Rp 500 juta lebih dengan estimasi harga Rp 2,5 juta per gram. Namun, jika dipecah menjadi poket kecil-kecil, nilai sabu bisa saja mencapai kurang lebih Rp2 miliar." ungkap Kapolres Berau, AKBP Anggie Yulianto Putro melalui Kapolsek Tanjung Redeb Surya Irianto, Rabu (25/11).

Selain barang bukti sabu-sabu, polisi juga mengamankan uang senilai Rp28,65 juta, 1 unit kendaraan roda 4 milik tersangka dengan nomor polisi KT 1785 HA yang didalamnya juga ditemukan sabu, 2 buah bong (alat hisap sabu), 3 pipet kaca,plastik pembungkus sabu, sedikitnya 3 unit HP, puluhan jarum suntik yang disimpan dalam botol air mineral berukuran 1 liter, kalkulator dan alat timbangan digital.

Irianto menambahkan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan Polsek Tanjung Redeb bekerjasama dengan Satresnarkoba Polres Berau. Pihaknya mengklaim, tersangka merupakan incaran aparat kepolisian. Pasalnya, tersangka merupakan residivis dalam kasus yang sama.

Dipaparkannya, saat ditangkap petugas, tersangka tengah mengonsumsi sabu-sabu. Saat hendak ditangkap, tersangka juga berusaha kabur dan berupaya melawan petugas. Saat dalam posisi terkepung, tersangka yang mengetahui kedatangan polisi segera menuju pintu belakang rumah sambil membawa sebilah parang panjang.

Namun aparat polisi yang sudah mengepung rumah tersangka mengingatkan, agar tersangka tidak melawan. "Setelah menyebar mengepung rumah tersangka, anggota berhasil masuk, saya sempat lihat dari balik jendela tersangka mencabut sajam berupa parang hendak melawan petugas," ungkapnya.

Polisi masih mendalami keterlibatan tersangka dengan jaringan narkoba lainnya, pasalnya tersangka memiliki sabu-sabu dalam jumlah yang cukup banyak. "Kami masih mendalami kemungkinan jaringan lain yang terlibat. Kami selidiki lebih lanjut jaringan tersangka ini, sebab dia ini merupakan residivis, dan juga merupakan bandar besar," tandasnya.

Berdasarkan pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika, tersangka Snr diancaman hukuman penjara minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun dan denda minimal Rp 800 juta, maksimal Rp8 miliar. Sebab memiliki, menyimpan, menyediakan atau menguasai narkotika golongan I.

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved