Berita Pemkab Kutai Timur
Baznas Kutim Terima Penghargaan Zakat Awards dari Menteri Agama RI
Zakat Awards diikuti oleh 66 peserta yang terdiri atas 33 provinsi dan 33 Kabupaten/Kota di Indonesia.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di seluruh kecamatan, baik di pedalaman dan pesisir, serta masyarakat Kutim patut berbangga. Kerja keras Baznas bersama UPZ berbuah prestasi berupa penghargaan Zakat Awards 2015.
Baznas Kutim menerima penghargaan untuk Kategori Manajemen Kelembagaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Diserahkan di Jakarta, pada 19 November 2015 lalu.
Penghargaan dimaksud merupakan kebanggaan yang luar biasa, mengingat Zakat Awards diikuti oleh 66 peserta yang terdiri atas 33 provinsi dan 33 Kabupaten/Kota di Indonesia.
Seperti diungkapkan oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, di hadapan seluruh peserta Zakat Awards 2015, bahwa pihaknya tidak memberikan penilaian secara sembarangan. Tetapi dilakukan melalui proses panjang dengan berbagai macam kriteria serta prestasi yang diraih oleh tiap-tiap Baznas ditingkatan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Masing-masing Baznas memiliki beragam keunggulan yang sangat detail untuk tiap program, tetapi tentu tim penilai juga melaksanakan penilaian dengan tolak ukur yang jelas.
(Baca juga: Wujudkan Kesetaraan, Pemerintah Sangat Memperhatikan SLB dan Inklusi)
"Kita melihat sejauh mana gerakan yang dilakukan oleh Baznas di daerah melakukan inovasi dalam melakukan pengelolaan zakat. Melalui Ditjen Bimas Islam dibuatlah dua kategori penghargaan yakni Manajemen Kelembagaan dan Pengelolaan Zakat yang mana para peserta telah diseleksi dengan ketat dan obyektif,” katanya.
“Kutim merupakan daerah baru yang mampu bersaing dengan daerah-daerah utama di Jawa dan Sumatera, yang mana dengan luar biasa mampu memenangkan kategori manajemen kelembagaan," tambah Lukman Hakim Saifuddin dengan bangga.
Perlu diketahui Anugerah Zakat Awards merupakan salah satu program unggulan Kementerian Agama RI, sehingga kegiatan yang pertama kali diadakan dalam era Presiden Joko Widodo ini menjadi sesuatu yang utama dan penting.
Penting dalam hal melakukan tindakan pembinaan, pengawasan, dan penilaian atas capaian kinerja yang dilakukan oleh lembaga pengelolaan zakat di seluruh tanah air.
Untuk kategori manajemen kelembagaan tingkat kabupaten/kota dimenangkan oleh Baznas Sumedang Jawa Barat, lalu Baznas Kutai Timur dari Kalimantan Timur, dan Baitul Maal Kota Banda Aceh. Untuk kategori pengelolaan zakat dimenangkan oleh Baznas Kabupaten Sragen Jawa Tengah, Lombok Timur NTB, dan Bukit Tinggi.
Selain memperoleh trofi dan piagam, para juara juga mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan. Untuk Juara tingkat provinsi masing-masing mendapatkan uang pembinaan bagi juara I yakni Rp 35 juta, juara II Rp 30 juta, juara III Rp 25 juta.
Bagi juara tingkat kabupaten/kota mendapatkan uang pembinaan bagi juara I sebesar Rp 25 juta, selanjutnya juara II senilai Rp 20 juta, dan juara III Rp 15 juta.
Ketua Baznas Kutim, H Idrus Yunus, mengungkapkan jika prestasi Juara II Zakat Awards 2015 untuk kategori manajemen kelembagaan merupakan prestasi yang luar biasa.
Hal ini tentu dipersembahkan untuk seluruh warga Kutim, terutama bagi para penzakat (muzakki) yang telah bergerak bersama dalam memuliakan umat dan syiar agama di wilayah Kutim melalui zakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/zakat-award-untuk-baznas-kutim_20151202_172818.jpg)