Kurs Rupiah
Rupiah Melemah ke Rp 14.000 Bertepatan dengan Pelaksanaan Pilkada di 264 Daerah
Posisi rupiah terpuruk 0,88% ke level Rp 14.016 per dollar AS dibanding hari sebelumnya, di pasar spot, Rabu (9/12/2015).
TRIBUNKALTIM.CO - Hari libur nasional berkaitan dengan pelakasanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 264 daerah, rupanya berdampak terhadap perekonomian. Posisi rupiah tersungkur dan kembali menyentuh angka psikologis, level Rp 14.000 per dollar AS, Rabu (9/12/2015).
Posisi rupiah terpuruk 0,88% ke level Rp 14.016 per dollar AS dibanding hari sebelumnya, di pasar spot, Rabu (9/12/2015). Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia sedang libur tanpa perdagangan.
Kondisi ini diduga terkait dengan minimnya pergerakan investor domestik akibat libur nasional tengah pekan.
Pilkada serentak 9 Desember 2015. Ya, dari 537 jumlah semua provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, hari ini, dilaksanakan pemilihan kepala daerah di 264 daerah, yang terdiri atas 9 provinsi, 36 kota, dan 224 kabupaten.
BACA JUGA:
Dollar Menguat, Penukaran Kurs Malah Menurun Hari ini Rupiah Diprediksi Bisa Menguat Kisaran Rp 13.930 Pelan tapi Pasti, Pagi Ini Rupiah Menguat 19 Poin Berada di Zona Hijau
(TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN) - Teller menghitung uang dollar AS di banking hall satu bank BNI di Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2013). Nilai tukar mata uang rupiah melemah terhadap dollar Amerika Serikat. Nilai kurs tengah, Rabu (17/12/2014) pukul 12.37 Wita, berada pada kisaran Rp 12.720.
BACA JUGA: Yang Punya Uang Dollar AS, Ayo Sudah Waktunya Dilepas!
Sejatinya Pilkada digelar di 269 daerah. Namun KPU Pusat menunda pelaksanaan Pilkada di lima daerah, karena adanya kanidat yang berbenturan dengan masalah hukum, hari-hari terakhir menjelang pencoblosan.
Kelima daerah tersebut adalah Pilkada Gubernur di Provinsi Kalimantan Tengah, pemilihan Bupati Fakfak (Papua Barat), Pemilihan Bupati Simalungun (Sumut), Pemilihan walikota Manado (Sulut), dan dan pemilihan walikota Pematangsiantar (Sumut).
BACA JUGA: Rupiah Menguat, Ekonomi Mulai Meroket, Agus Martowardoyo Menjegal Jokowi
Josua Pardede, Ekonom Bank Permata menjelaskan pelemahan didominasi oleh faktor eksternal. Meski data ekonomi AS negatif dan mengecewakan pasar, tidak ada domestik yang bisa menopang rupiah untuk memanfaatkan peluang unggul.
Data JOLTS Job Openings AS Oktober 2015 menurun ke level 5,38 juta dari sebelumnya 5,53 juta. Sedangkan index USD Rabu (9/12) pukul 16.55 WIB tercatat koreksi 0,34% ke level 98,13.
“Sudah beberapa hari terakhir memang rupiah bergerak negatif dan fokus ke FOMC,” kata Josua.
Pasalnya, semakin mendekati 15 – 16 Desember 2015, sikap pelaku pasar semakin waspada. Karena berdasarkan Fed Funds Futures probabilitas kenaikan suku bunga The Fed terus menanjak ke level 78% dari minggu sebelumnya 72%.
BACA JUGA: Gawat, Rupiah Melemah ke 14.000 Jika Kabinet Jokowi Salah
Selama masih dalam bayang-bayang langkah moneter The Fed, belum ada peluang bagi mata uang yang berlawanan USD untuk unggul. "Perhatian pasar ini akan jadi sentimen negatif bagi rupiah hingga pertengahan pekan depan," ujar Josua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kurs-dolar-kurs-rupiah-mata-uang_20151208_012410.jpg)