Rabu, 17 Juni 2026

Hukum dan Kriminal

Aduh, Hanya Gara-gara Lahan Warisan, Polisi Tembak Kakak Kandungnya

Perwira Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Barat AKP Kiraman nekad menembak saudara kandungnya karena berselisih mengenai harta warisan.

Tayang:
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, MAKASSAR - Perwira Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Barat AKP Kiraman nekad menembak saudara kandungnya karena berselisih mengenai harta warisan.

Ia lima kali melepaskan peluru ke arah saudaranya tersebut. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 15.00 WITA, di Desa Lappa-lappae, Keluragan Tellu Panua, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Jumat (11/12/2015).

"Benar, saya menerima laporan dari anggota Polres Pinrang telah terjadi penembakan oleh anggota terhadap salah seorang warga," ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, di Makassar, Jumat.

Kiraman adalah Kepala Unit III Subdit IV Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Sulawesi Selatan Barat. Ia menembak kakak kandungnya yang bernama Talib (43).

Baca: Letkol Abdul Rahman Ambil Pistol 5 Peluru Lalu Tembak Kepala

Korban diketahui berstatus sebagai Kepala SDN Paladange. Menurut Barung, penembakan dengan senjara organik jenis revolver itu terjadi karena perselisihan mengenai harta warisan berupa kebun di Kabupaten Pinrang, Sulsel.

"Setelah dikorek informasi ternyata perselisihan itu karena harta warisan dari orang tuanya," kata dia.

Sebelum insiden penembakan itu, kata Barung, pelaku bersama anaknya mendatangi kebun warisan tersebut.

Ia lalu mencabut pagar di kebun tersebut kemudian menelepon korban dengan nada tinggi. Pelaku dengan suara lantang lantas menyuruh kakaknya itu datang ke kebun yang menjadi objek perselisihan mereka.

Korban yang datang dengan mobilnya ke kebun itu langsung turun untuk menemui adiknya kemudian terjadilah penembakan.

"Pelaku saat menelepon kakaknya itu mengaku sudah mencabut patok dan kalau marah patoknya dicabut segera datang ke kebun," ujar Barung.

Akibat penembakan ini, korban dibawa ke Rumah Sakit Fatima, Kota Parepare sebelum akhirnya dirujuk ke RSU Andi Makkasau, Parepare.

Dokter yang menangani korban berusaha untuk mengangkat proyektil pada kaki korban karena beberapa serpihan proyektil itu masih menempel di tulang kaki. (Icha Rastika)

***

  Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
VS
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved