SALAM TRIBUN

Berlibur

Seberapa besar pencapaian Anda? Mungkin tergambar dari apa yang sedang dan akan Anda lakukan pada satu-dua pekan di penghujung akhir tahun 2015 ini.

DOK TRIBUNKALTIM

SALAM TRIBUN

Berlibur
Oleh ACHMAD BINTORO

Seberapa besar pencapaian Anda? Mungkin tergambar dari apa yang sedang dan akan Anda lakukan pada satu-dua pekan di penghujung akhir tahun 2015 ini. Jangan dulu bilang sukses. Jangan pula merasa sejahtera, kalau ternyata Anda hanya bisa berdiam diri di rumah. Sekedar berlibur ke luar kota pun tak mampu.

Tiga hari lalu, seorang kawan update statusnya di facebook: "Wonderfull, I love Tokyo." Kurang dari satu jam sudah 300 temannya yang me-like. Saya pun ikutan menyukai. "Mau dong...!" Anda tahu, Tokyo selalu menjadi kota impian yang ingin saya kunjungi. Kota impian kedua setelah Andalusia. Saya sering membayangkan suatu hari, di musim dingin seperti sekarang ini, dengan baju hanoman (longjohn) berbalut rain coat, sarung tangan dan sepatu boots, saya berjalan-jalan di bawah butiran halus salju dan merasakan dingin yang menjalari sekujur tubuh.

Saya sebenarnya tidak tahan dalam hawa sangat dingin. Tapi saya pikir itu sangat sensasional bagi orang yang berasal dari iklim tropis seperti saya. Saya lahir dan besar di tepi pantai, kota dengan terik matahari yang berlimpah. Atau mungkin lebih nyaman kalau datang saat musim semi saja, pada akhir Maret, ber-hanami di Ueno Park. Menikmati indahnya Sakura yang mekar sempurna pasti sangatlah romantis.

Saya juga akan naik kereta bawah tanah (subway), berbaur dengan lalu lalang orang-orang yang berjalan serba cepat di tengah padat dan keramaian kota. Ini memang bagian yang saya suka jika ke luar negeri. Angkutan massal modern, tertib, bersih, dan tepat waktu. Selain lebih murah tentunya. Satu ketika di Singapura, saya sampai meninggalkan agenda liputan beberapa jam, hanya agar dapat naik MRT, dari Orchad Road ke Changi Airport, lalu balik lagi.

Maklum di Kaltim belum ada kereta api. Mungkin butuh lima-enam tahun lagi untuk merasakan, saat perusahaan raksasa kereta api dunia, Russian Railways, mewujudkan rencananya membangun rel kereta barang. Kereta itu sedianya untuk mengangkut komoditas mentah bahan mineral ke luar negeri seperti batu bara. Tapi setelah ratusan perusahaan batubara gulung tikar -- akibat harga anjlok dan permintaan dunia turun drastis -- apakah mereka masih memiliki gairah dan perhitungan yang masuk akal untuk melanjutkan proyeknya? Saya tidak tahu. Kita tunggu saja. Yang pasti, proyek itu sudah di-groundbreaking oleh Presiden Jokowi, 19 November 2015.

Ya, inilah kota yang oleh beberapa kawan yang pernah ke sana disebutnya amazing! Megapolitan besar dan padat tetapi everything so clean, well organized, orderly, neat, dan on-time. Inilah kota dimana modern dan tradisional melebur dalam satu harmoni. Saya menyukai orang-orangnya yang ramah dan sopan, demen bungkukkan badan. Berbeda dengan bule-bule Paris yang terkesan cuek dan angkuh. Bahkan si pramuniaga di Champs Elysees, sebuah avenue belanja yang luas dan lengkap di sana pun pasang muka jutek.

Adanya media sosial lengkap dengan share location-nya, membuat saya tahu sedang ada di mana kawan- kawan saya saat ini. Seorang kawan yang ahli ekonomi lingkungan Unmul menuliskan statusnya: "Enjoyning the family at Dufan Ancol. Tornado and Halilintar our favorit taintments exercise heart." Lima jam kemudian ia sudah di atas fery dari Merak ke Baekahuni, Lampung. Sepertinya ia sedang berlibur akhir tahun ini dengan pulang kampung. Beberapa kawan lain terlihat berlabuh di Singapura, China, dan Belanda. Ada pula yang kemarin tiba di Abu Dhabi, lalu melanjutkan terbang ke Bandara Internasional Ataturk, Turki.

Berlibur memang dianjurkan. Pergilah ke luar kota. Atau ke luar negeri sekalian tambah wawasan. Ini banyak dilakukan warga dari negara-negara maju. Bahkan para orang tua di sana mendorong anak-anak mereka yang sudah dewasa untuk melakukan pelancongan mandiri (backpackers). Cara yang kemudian diterapkan oleh pakar manajemen UI, Prof Rhenald Kasali terhadap mahasiswanya itu terbukti menjadi media pembelajaran yang efektif. Mereka harus urus sendiri paspor, visa, biaya hingga bagaimana mengatasi kesulitan-kesulitan saat berada di negeri orang. Tanpa calo, tanpa travel agent.

Seorang Manajer PSDM yang andal pasti mengetahui, berlibur adalah terapi ampuh untuk kesehatan, otak dan peningkatan produktivitas karyawan. Bukankah pisau pun harus diasah agar tetap tajam? Liburan sejenak, akan mengasah ketajaman Anda dalam bekerja.

Karena itu segeralah ambil cuti dan berliburlah bersama keluarga tercinta. Dengan begitu Anda nanti bisa lebih sigap dalam menyongsong tahun 2016. Bagaimana bentuk penyambutan Anda -- biasa- biasa saja atau dengan optimisme yang menggelegak -- sesungguhnya itu cerminan dari seberapa berkualitas liburan Anda. Selamat berlibur! (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved