Refleksi 2025
Tahun 2025: Mendengar, Berdialog, dan Menguatkan Transformasi Pendidikan Tinggi di Kalimantan Timur
Sepanjang tahun 2025, saya berkesempatan mengunjungi dan melaksanakan kegiatan di 15 perguruan tinggi di Kalimantan Timur.
Oleh: Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, Ketua Komisi X DPR RI
TRIBUNKALTIM.CO - Sepanjang tahun 2025, saya berkesempatan mengunjungi dan melaksanakan kegiatan di 15 perguruan tinggi di Kalimantan Timur.
Mulai dari universitas, politeknik hingga sekolah tinggi sebagai bagian dari tanggung jawab selaku anggota DPR RI Dapil Kaltim di Komisi X yang membidangi pendidikan.
Setiap kampus menghadirkan dinamika yang berbeda, namun satu benang merah terasa kuat: semangat sivitas akademika untuk terus berbenah dan relevan dengan perubahan zaman.
Berbagai tema dibahas, dari topik pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk transformasi pembelajaran, pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi, penciptaan peluang ekonomi digital bagi mahasiswa, peningkatan mutu dosen, hingga proses transformasi kelembagaan kampus.
Hal ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Kaltim memiliki kesadaran yang tinggi terhadap tantangan masa depan.
Mahasiswa tidak hanya antusias, tetapi juga kritis.
Mereka menyampaikan aspirasi tentang kesiapan kampus menghadapi era digital, akses terhadap teknologi pembelajaran, relevansi kurikulum dengan dunia kerja, serta pentingnya kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Baca juga: Catatan Komisi X DPR RI: Evaluasi Program Pendidikan Tahun 2025 dan Harapan 2026
Dari para dosen dan pimpinan perguruan tinggi, aspirasi yang muncul relatif konsisten:
- Kebutuhan penguatan kapasitas SDM dosen
- Kejelasan jenjang karier dan kesejahteraan
- Dukungan riset dan publikasi
- Perlunya dukungan yang lebih besar dari pemerintah bagi kampus swasta
- Percepatan proses kelembagaan bagi kampus-kampus yang tengah bertransformasi.
Mereka berharap kebijakan pendidikan tinggi tidak berhenti di pusat, tetapi benar-benar berpihak dan kontekstual dengan kondisi kampus di daerah.
Kesan yang sangat positif saya rasakan ketika pada beberapa kesempatan, dialog di kampus dihadiri langsung oleh para pengambil keputusan di Kemdiktisaintek, diantaranya Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Prof. Benny Bandanajaya, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Prof. Sri Suning, juga Direktur Kelembagaan Prof. Mukhamad Najib.
Kehadiran mereka bukan hanya memperkaya diskusi secara substantif, tetapi juga memberi pesan kuat bahwa negara hadir, mendengar, dan membuka ruang dialog langsung dengan sivitas akademika.
Respons kampus pun sangat antusias; aspirasi dapat disampaikan tanpa sekat, dan banyak pertanyaan teknis dijawab langsung di tempat.
Rangkaian kegiatan ini menegaskan satu hal penting: perguruan tinggi bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan ruang strategis pembentukan masa depan bangsa.
Baca juga: Hetifah Sjaifudian Bekali 100 Maba KIP-K Kaltim Tips Jitu Asah Berpikir Ilmiah
Mendengar langsung suara mahasiswa dan sivitas akademika di Kalimantan Timur memperkuat komitmen saya untuk terus mengawal kebijakan pendidikan tinggi yang adil, adaptif, berkualitas, berdampak, serta berpihak pada keselamatan insan kampus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Hetifah-baru.jpg)