Cegah DBD, Puskesmas Bagikan Ikan Cupang

ikemukakan, selain fogging maupun pemberian abate, Puskesmas Sepinggan membagikan ikan cupang kepada masyarakat.

Cegah DBD, Puskesmas Bagikan Ikan Cupang
NET/GOOGLE
Ilustrasi - Ikan cupang 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Anjas Pratama dan Muhammad Alidona

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) awal 2016 di Balikpapan membuat sejumlah puskesmas berusaha melakukan pencegahan dengan cara fogging, abate dan pembagian ikan cupang.

"November dan Desember tahun lalu, jumlah pasien DBD yang kami rujuk ke rumah sakit tak mencapai 10 orang. Rutinnya sosialisasi pencegahan menjadi indikasi tak tingginya angka pasien DBD di wilayah Sepinggan," ujar Ari, Kepala TU Puskesmas Sepinggan Baru, Senin (4/1/2015).

Dikemukakan, selain fogging maupun pemberian abate, Puskesmas Sepinggan membagikan ikan cupang kepada masyarakat.

"Ikan ini cukup efektif membunuh jentik nyamuk. Satu ikan cupang untuk satu drum penyimpanan air. Setiap warga kami berikan tiga ikan cupang," ujarnya.

Menurutnya, dengan ikan cupang, masyarakat tak perlu repot, karena tinggal menaruh ikan di tempat penampuangan air. Meskipun harga ikan cupang relatif mahal, tetapi pihaknya terus usahakan agar program ini tetap berjalan.

Sosialisasi tentang perilaku hidup sehat juga kerap dilakukan untuk mencegah penyakit DBD tersebut. Ada beberapa kalangan masyarakat yang memiliki perilaku tak bersih. Misalnya menggantung baju hingga berhari-hari, tak langsung dicuci.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Ida Prahastuty prihatin karena kasus DBD di Balikpapan yang tinggi masih terulang. Ida minta DKK menangani kasus DBD lebih maksimal.

Baca: Kasus DBD Meningkat, DKK Ungkap Fogging dan Abate Belum Maksimal

"Kita jadi mengulang lagi setiap ada kejadian demam berdarah dari tahun ke tahun dengan alasan dan kasus yang sama. Komisi 4 selalu minta DKK konsentrasi penuh terhadap kondisi demam berdarah, " ujarnya pada Tribun, Senin (4/1/2015).

Ia menegaskan, seharusnya kasus DBD dapat dicegah dengan usaha preventif dan upaya maksimal lainnya seperti penyebaran juru pemantau jentik (jumantik) di setiap RT dengan memberikan insentif yang pantas. Selain itu, juga dapat dilakukan dengan cara menggiatkan bersih-bersih kampung.
Perlu langkah nyata yang tak sekadar slogan. Sudah saatnya DPRD dan Pemkot bekerja sama dengan semua pihak menanggulangi DBD.

Ida menambahkan, dalam waktu dekat Dewan akan memanggil Kepala DKK untuk berkoordinasi mengenai sejauh mana upaya yang dilakukan untuk mencegah kasus DBD semakin meningkat. (*)

***

Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Penulis: tribunkaltim
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved