Harga Bensin Eceran Tetap Rp 10.000 tapi Isinya Penuh Satu Botol
SPBU satu-satunya di ibukota Kaltara tersebut sudah menyesuaikan harga penurunan sesuai yang ditetapkan pemerintah.
Laporan wartawan tribunkaltim.co, Muhammad Arfan
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah sedianya sudah berlaku di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di daerah, tak terkecuali di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Seperti harga BBM di SPBU Jl. Katamso, Kelurahan Tanjung Selor Hilir. SPBU satu-satunya di ibukota Kaltara tersebut sudah menyesuaikan harga penurunan sesuai yang ditetapkan pemerintah.
Kendati demikian, kebijakan penurunan harga belum seluruhnya sampai di tingkat pengecer. Dari beberapa pedagang BBM eceran jenis premium dan solar yang ditemui tribunkaltim.co, masih memasang harga lama.
BACA JUGA: Harga BBM Turun, Warga di Kota Ini Antre di SPBU Sejak Malam hingga Subuh
Hamsiah misalnya. Pedagang BBM eceran di Jl. Semangka Tanjung Selor itu masih memasang harga Rp 10.000 per botol bensin eceran ukuran 1.000 mililiter. Kendati demikian, jika biasanya dalam 1 botol tersebut kurang lebih terisi 800 mililiter bensin, kali ini Hamsiah sudah mengisi penuh bensin sampai mulut botol.
“Kami belinya dari mobil-mobil. Harganya sudah turun dari Rp 8.500 per liter menjadi Rp 8.300 per liter. Jadi sekarang diisi sampai botol penuh,” tuturnya.
Sama seperti Hamsiah, salah seorang pedagang lainnya yang ditemui di pelataran Jl.Salak menerapkan hal sama. Harga bensin per botol tetap diberi harga Rp 10.000 namun volume bensin diisi sampai botoh penuh.
“Harganya tetap Mas. Bensinnya saja yang ditambah sampai penuh botolnya,” tutur wanita yang enggan menyebutkan namanya itu.
Tak jauh dari SPBU Jl.Katamso, seorang pedagang BBM eceran lainnya yang ditemui tribunkaltim.co bahkan sudah mengikuti tren penurunan harga BBM. Harga bensin per botol ukuran 1.000 mililiter diharga Rp 9.000, namun volume bensin tak sampai penuh.
Sedang harga solar yang ia patok masih sama seperti harga eceran lama, yakni Rp 9.000 per liternya.
“Karena sudah tturun, akhirnya kami turunkan juga harganya. Untuk solarnya masih tetap, karena masih barang lama. Nanti akan kami turunkan juga,” katanya pedagang pria yang enggan juga dikorankan namanya. (*)
***
Follow @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim