Berita Eksklusif
Mahal, Pemasangan Satu Titik Kamera Pengintai Butuh Rp 800 Juta
Pada 2016, Pemkot Balikpapan berencana menambah beberapa CCTV dan mengganti yang rusak. Satu titik dianggarkan Rp 800 Juta.
Penulis: tribunkaltim |
Laporan wartawan Tribun Kaltim Cornel Dimas Satrio Kusbiananto dan Ahmad Sidik
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pada 2016, Pemkot Balikpapan berencana menambah beberapa CCTV dan mengganti yang rusak. Satu titik dianggarkan Rp 800 Juta.
Menurut Sudirman harganya terbilang mahal, karena membutuhkan kabel fiberoptic yang fungsinya agar kamera bisa terhubung langsung ke ruang Area Traffic Control System (ATCS).
"Ini cukup mahal, karena kami memakai fiber optic. Hasilnya jernih dan real time. Apa yang terjadi di lokasi langsung terpampang di layar tanpa waktu jeda," katanya.
Tahun 2016 pihaknya mendapat alokasi Rp 3,5 miliar untuk tiga kamera yang dipasang di tempat keramaian lainnya, seperti di simpang Terminal Batu Ampar, Simpang Pasar Buton, dan simpang Km 5,5. Nilai tersebut hanya mencakup pembelian dan pemasangan CCTV.
Baca: Kepolisian dan Dishub Ungkap Kasus Penjambretan lewat Rekaman CCTV
Menurut Sudirman, anggaran tersebut masih kurang apalagi untuk pemeliharaan peralatan tak diambil dari alokasi tersebut melainkan dana operasional, sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan Provinsi untuk penambahan CCTV karena ada beberapa titik jalan nasional yang membutuhkan pemantauan.
"CCTV yang rusak itu kini dalam perbaikan, diharapkan awal Februari 2016 sudah berfungsi kembali. Kerusakan itu terjadi karena ada perbaikan dan pelebaran drainase. Tapi kita sudah koordinasi ini dan segera dilakukan perbaikan. Kami juga selalu melakukan pemeliharaan terhadap CCTV kami, dananya diambil dari dana operasional Dishub," ungkapnya.
Kamera CCTV, kata Sudirman, sangat membantu Dishub dan pihak keamanan dalam memantau kondisi lalu lintas serta kriminalitas yang terjadi di wilayah Balikpapan sehingga petugas bisa cepat bertindak menangani problem kemacetan dan kriminal tersebut.
Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta ditemui terpisah mengatakan, penambahan CCTV di lokasi rawan tindak kriminal sangat diperlukan.
"Saya sudah koordinasi dengan Dishub, bahwa akan dipasang line (jaringan) khusus untuk Polres Balikpapan," ungkap Jeffri.
Dikemukakan banyak manfaat dari pemasangan CCTV untuk mengungkap kasus kejahatan. Jeffri bercerita seperti halnya di Maluku, melalui CCTV pelaku pengeboman Masjid bisa terlihat dari CCTV.
Baca: Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Perampokan Toko Emas Melalui CCTV
"Seperti saat di Maluku, pelaku pengeboman bisa teridentifikasi berkat adanya CCTV. Bahkan terlihat jelas saat pelaku melempar granat ke arah masjid. Dengan CCTV bisa ketahuan pelaku jambret yang sedang beraksi. Hal ini memudahkan polisi dalam mengungkap identitas pelaku," ujar Jeffri.
Di Balikpapan, pada 25 Desember 2015 atau malam Natal perusakan 11 pot di depan kantot Dinas PU hingga PDAM juga terpantau kamera CCTV.
"Saya berharap pelaku pemecah pot segera tertangkap. Karena waktu kejadian dia terekam CCTV. Saat ini sedang dalam pengejaran anggota Reserse," tutur Jeffri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/cctv_2_20160114_113605.jpg)
