VIDEO- Kini Muncul Lagi Manusia Akar Setelah Dede Koswara Meninggal Dunia
Abdul Bajandar, 25, menderita sakit sama seperti mendiang Dede Koswara, 45, dari Bandung yang meninggal Sabtu (30/1) di RS Hasan Sadikin.
MANUSIA 'akar' dari Indonesia bernama Dede Koswara (45) meninggal Sabtu (30/1) pukul 03.30 WIB di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dia meninggal karena komplikasi penyakit yang dideritanya.
"Keluarga besar RSUP dr. Hasan Sadikin turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya," ujar Nina Susana Dewi, perwakilan manajemen RSHS dalam rilis yang diterima Kompas.com, Sabtu (30/1).
Dede, sambung Nina, datang ke IGD RSHS tanggal 28 Januari 2016 dalam kondisi yang sudah buruk dengan penurunan kesadaran. Untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif, tim medis merawat Dede ke ruang Flamboyan, ruang perawatan khusus bagi penderita penyakit infeksi. Akhirnya Dede meninggal dunia.
BACA JUGA: VIDEO - "Dede si Manusia Akar" Akhirnya Tutup Usia
bandungnewsfoto.com
Gambar saat mendiang Dede Koswara (45) dirawat di RS Hasan Sadikin, masuk tanggal 28 Januari kemudian meninggal dunia 30 Janurai 2016.
Tetapi kini juga ditemukan juga seorang pria senasib dengan Dede, dia adalah Abdul Bajandar, 25, penderita peyakit kulit langka, yang menyebabkan tumbuh semacam akar di khaki dan tangannya.
Pria dari Khulna, Bangladesh, menderita kelainan kulit langka yang kemudian dikenal dengan sebutan manusia akar. Kondisi tangan dan kakinya ditumbuhi kutil, lalu bercabang-cabang mirip akar pohon.
Petugas medis kini telah datang bersama-sama untuk membahas pengobatan bagi pasien yang sudah tujuh tahun menderita gangguan ini.
dailymail.co.uk
Dokter di Dhaka Medical College dan Rumah Sakit (DMCH) sekarang akan memutuskan pengobatan setelah membentuk dewan ahli medis.
dailymail.co.uk
Abul Bajandar, 25, dari Khulna, di Bangladesh, telah menderita penyakit yang dikenal sebagai manusia akar, dimana tumbuh seperti akar pada kaki dan tangannya.
dailymail.co.uk
Kelainan kulit langka mewarisi berarti pertumbuhan keriput tumbuh dari tangan dan kakinya. Paramedis sekarang akan memutuskan pengobatan setelah membentuk dewan medis ahli di Bangladesh
dailymail.co.uk
Mr Bajandar duduk di buruk di sebuah rumah sakit di Dhaka, Bangladesh, petugas medis datang bersama-sama untuk membahas perawatan mungkin baginya
dailymail.co.uk
Banjandar saat ini tengah dirawat di rumah sakit Bangladesh, menunggu upaya pencegahan dan pengobatan terhadap dirinya.
Istilah medis, pasien itu menderita verruciformis epidermodysplasia (EV) berupa gangguan kulit langka dan menciptakan lesi seperti kutil di manapun pada tubuh. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi human papillomavirus dan dapat menciptakan letusan kulit yang meluas, termasuk lesi dan plak berpigmen coklat kemerahan.
Belum ada obat yang mampu menyembuhkan EV, namun ada proses perawatan untuk mengatasi penyakit ini. Kasus ini pernah juga menimpa seorang pria Rumania bernama Ion Toader yang didiagnosis menderita penyakit itu Maret 2007, sama seperti yang dialami Dede Koswara, dari Indonesia.
Dr Samanta Lal Sen, kepala koordinator National Institute of Bakar dan Bedah Plastik dari DMCH, membuat pengumuman untuk mengunjungi Bajandar di unit luka bakar, tempat pria itu dirawat.
Menurut dailystar.net itu, pria yang bekerja sebagai penarik ricksaw (sejenis becak tarik) dibawa ke Rumah Sakit Medical College Gazi di Khulna.
Seperti diwartakan Tribunnews.com, manusia pohon asli Indonesia Dede Koswara, telah meninggal Sabtu (30/1). Disebutkan Dede meninggal dunia bukan akibat menderita penyakit itu, tetapi karena sakit komplikasi.
Pada tahun 2008 Discovery Channel menceritakan kisah penderitaan Dede Koswara. Dalam program ini, ia kembali ke rumah dari rumah sakit setelah enam kilo kutil dirontokkan dari tubuhnya.
Seorang dokter Amerika mengatakan kutil adalah hasil dari berat Virus Human Pappiloma (HPV) infeksi dan dokter mengira tipenya terburuk di dunia. Ayah dua anak pertama melihat kutil di tubuhnya, setelah memotong kutil itu di lututnya saat masih remaja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bajandar-penderita-penyakit-seperti-dede-koswara_20160131_225220.jpg)





