Fashion
Ini Busana Bordir Etnik Borneo Karya Fanti WN yang Menggetarkan
Sangat membanggakan Kaltim. Busana-busana karya Fanti tampil di fashion show bersama fashion karya desainer terkenal seperti Poppy Darsono dan lainnya
Penulis: Fransina Luhukay | Editor: Fransina Luhukay
TRIBUNKALTIM.CO - Produk busana etnik Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya diakui kualitasnya dan mendapatkan perlakukan istimewa dari pemerintah pusat, terkenal di pasar nasional dan internasional. Adalah Fanti Wahyu Nurvita ST melalui Hesandra Indonesia yang berhasil mengukir prestasi yang membanggakan.
Perempuan lulusan Teknik Planologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang selama ini menjadi desainer dan berbisnis busana batik dan bordir, sukses membawa nama Provinsi Kaltim.
Sejak Oktober dan Desember 2015 hingga Januari 2016, busana bordir dan batik etnik Kaltim karya Fanti dipakai sejumlah top model Indonesia.
BACA JUGA: Akhirnya, Busana Bordir Etnik Borneo Karya Fanti Masuk "Galeri Indonesia Wow"
(Hand-over) - Fanti WN, desainer etnik Kaltim yang juga Owner Hesandra Indonesia di salah satu galerinya di Ruko Mall Lembuswana Samarinda.
Mereka berlenggak-lenggok di catwalk tiga event fashion show terbesar di Jakarta yakni Small and Medium Enterprises and Cooperatives atau SMESCO Festival ke-13 di Jakarta Convention Center (JCC), Indonesia Wow Night di ballroom The Ritz Carlton, dan Wow Creativityday di SMESCO Rumahku atau Galeri Indonesia Wow.
Sangat membanggakan Kaltim. Karena busana-busana karya Fanti tampil di fashion show bersama fashion karya desainer terkenal seperti Poppy Darsono, Gea, Itang Yunas dan lainnya.
BCA JUGA: Akhirnya, Busana Bordir Etnik Borneo Karya Fanti Masuk "Galeri Indonesia Wow"
"Ini kan pasarnya segmented banget. Hanya saya yang menjadi pendatang baru. Usai acara, penonton langsung mencari informasi dan produk Hesandra Indonesia," ungkap Fanti saat berbincang dengan Tribun, Rabu (3/2/2016) lalu. Di tiga event tersebut, perempuan berdarah campuran Jawa dan Kutai Kartanegara itu memamerkan fashion bordir, batik etnik Kaltim dan sarung Samarinda.
Mulai Januari 2016, desain motif terbaru bordir dan batiknya diberi tema Dramatic Gradation. Kesannya dramatik dan misterius.
"Di pikiran saya, gradasi tapi bukan kelihatan dingin dan mati. Ini dramatik dan kesannya kuat. Produknya didominasi warna ungu kebiruan dan ungu kemerahan. Kelihatannya seperti misterius. Untuk bordir dan batik sama temanya. Kalau produk-produk yang sebelumnya kan warnanya lebih mencolok dan terang," papar Fanti kepada www.TribunKaltim.co
Dulu, tutur Fanti, selain baju ia juga memproduksi sepatu dan tas berbahan ulap doyo dan sarung Samarinda. Mulai tahun ini Fanti lebih fokus mengembangkan busana bordir saja.
"Saya mau serius membuat produk yang berbeda. Karena ulap doyo, sarung dan lainnya itu semua orang sudah ikutan membuatnya. Bahan dasarnya juga mudah didapat. Sedangkan bordir tidak mudah. Bahan dasarnya pun harus membuat sendiri. Bahan untuk bordir didominasi benang dan saya impor dari China. Ulap doyo dan sarung bukan lagi menjadi material utama. Namun tetap digunakan sebagai kombinasi produk," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/busana-bordir-borneo_20160208_130345.jpg)