Kolom Rehat

Kepribadian Ganda dan Primal Fear

Kadang, si penderita tidak tahu bahwa ia memiliki kepribadian ganda. Dua pribadi atau lebih yang ada dalam satu tubuh itu juga tidak saling mengenal

TRIBUN KALTIM
Arif Er Rachman 

Oleh: ARIF ER RACHMAN

SEPEKAN terakhir istilah "kepribadian ganda" wira-wiri di media, baik media cetak maupun audio visual.

Semua itu berawal dari pernyataan terbuka Edi Darmawan Salihin, ayah dari Wayan Mirna Salihin, yang menuding Jessica Kumala Wongso memiliki kepribadian ganda.

Jessica adalah teman Mirna sekaligus tersangka pembunuhan terhadapnya dengan cara membubuhkan racun sianida pada kopi yang diminum Mirna.

Darmawan Salihin, ayah dari Wayan Mirna Salihin, perempuan yang tewas usai minum kopi di Kafe Olivier, Rabu (6/1/2016). FOTO: KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.com

Darmawan punya alasan menuduh Jessica berkepribadian ganda dan berjanji mengungkapkan semuanya dalam persidangan.

Jessica sendiri memang tampak tenang dan selalu ceria dalam setiap pemeriksaan. Ia tersenyum kepada para jurnalis dan menjawab semua pertanyaan dengan santai.

Ia sama sekali tidak menunjukkan rasa takut atau bersalah meski Darmawan sangat yakin Jessica membunuh anaknya dan polisi pun telah mempunyai alat bukti untuk menetapakannya sebagai tersangka pembunuhan.

Jessica, teman dari Wayan Mirna Salihin berjalan keluar setelah enam jam lima puluh menit diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/1/2016). FOTO: Andri Donnal Putera/KOMPAS.com

Sikap Jessica itu sedikit banyak merupakan ciri orang berkepribadian ganda, andai ia benar membunuh Mirna. Tapi tentu saja semua itu masih perlu dibuktikan dan diputuskan dalam persidangan.

Tapi tahukah Darwaman bahwa Jessica bisa 'lolos' dari hukuman penjara jika Jessica ternyata terbukti memang memiliki kepribadian ganda?

Sebutan medis resmi dari gangguan kepribadian ganda (multiple personality disorder/MPD) saat ini adalah 'ganguan identitas disosiatif' atau dissociative identity disorder (DID). Istilah nonformalnya adalah kepribadian terbelah atau split personality.

Kepribadian ganda/terbelah merupakan suatu ganguan kejiwaan dimana kepribadian seorang individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain. Artinya, seorang individu bisa memiliki pribadi lebih dari satu.

Kadang, si penderita tidak tahu bahwa ia memiliki kepribadian ganda. Dua pribadi atau lebih yang ada dalam satu tubuh itu juga tidak saling mengenal dan lebih parah lagi kadang-kadang pribadi-pribadi tersebut ini saling bertolak belakang sifatnya.

Sejauh ini, kisah paling terkenal tentang penderita kepribadian ganda adalah kisah tentang Shirley Ardell Mason (25 Januari 1923-26 Februari 1998).

Shirley adalah perempuan AS yang kehidupannya didokumentasikan dalam buku dan film berjudul Sybil untuk melindungi identitas aslinya.

Buku itu ditulis oleh Flora Rheta Schreiber dan diterbitkan pada tahun 1973 dan diterbitkan di Indonesia tahun 1982 oleh PT Sinar Harapan. Filmnya pun sudah dibuat dua kali, pada 1976 (miniseri televisi yang disiarkan CBS) dan pada 2007.

Sybil bercerita tentang seorang gadis dengan kepribadian yang terpecah sehingga sampai terdapat 16 kepribadian dalam satu tubuh. Enam belas pribadi itu adalah: Clara, Helen, Marcia, Marjorie, Mary, Mike (laki-laki), Nancy Lou Ann Baldwin, Peggy Ann Baldwin, Peggy Lou Baldwin, Ruthie, Sid (laki-laki), Sybil Ann, Sybil Isabel Dorsett, Vanessa Gaile, Victoria Antoniette Shcarleu (Vicky) dan kepribadian terakhir yang tak diketahui namanya.

Saya hanya pernah membaca buku Sybil tapi tidak pernah nonton filmnya. Film tentang kepribadian ganda yang paling melekat dalam ingatan saya adalah film Primal Fear (1996) yang dibintangi Richard Gere dan Edward Norton.

Richard Gere berperan sebagai pengacara Martin Vail dan Edward Norton yang saat itu merupakan pendatang baru berperan sebagai Aaron, remaja altar gereja yang dituduh membunuh seorang Uskup dengan sadis.

Ketika semua bukti menunjukkan bahwa Aaron yang lugu dan gagap itu sebagai pembunuh, singkat cerita Martin Vail berhasil membuktikan bahwa ternyata Aaron memiliki pribadi lain bernama Roy yang kejam dan beringas dan sangat sanggup membunuh.

Aaron pun lolos dari pembunuhan dengan dalih kegilaan (insanity). Alih-alih dihukum mati, Aaron hanya dirawat di rumas sakit jiwa.

Film menjadi sangat memikat karena di akhir cerita, Aarron sambil tertawa mengaku kepada sang pembelanya bahwa sebenarnya ia sengaja berpura-pura memiliki kepribadian ganda agar lolos dari jerat hukum.

Ia mengaku bahwa sebenarnya tidak pernah ada Aaron si gagap. Itu hanya karakter yang sengaja dibuatnya. Ia mengaku bahwa selama ini yang ada adalah Roy. Film ditutup dengan adegan Richard Gere meninggalkan ruang sidang dengan perasaan masygul.

Anda tahu, kepribadian ganda adalah penyakit jiwa/gila dan karena itu tidak bisa dihukum. Ini termaktub dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 44 ayat 1 ("Tiada dapat dipidana barangsiapa mengerjakan suatu perbuatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya, sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal.") dan ayat 2 ("Jika nyata perbuatan itu tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal, maka dapatlah hakim memerintahkan memasukkan dia ke rumah sakit jiwa selama-lamanya satu tahun untuk diperiksa.")

Nah, andai saya pengacara pembela Jessica dan saya tidak bisa membuktikan bahwa Jessica tidak membunuh, maka saya berupaya membuat agar Jessica dapat dibuktikan memiliki kepribadian ganda. Dengan begitu, Jessica tidak dihukum penjara tapi hanya dirawat/direhab di rumah sakit jiwa. Begitu kan?

Kalau istri saya membaca tulisan ini, pasti dia akan bilang: "Ah, kamu terlalu banyak nonton film Hollywood." (*)

***
Baca berita selengkapnya, eksklusif, terkini, unik dan menarik di Harian Tribun Kaltim
Seru, berinteraksi dengan 75 Ribu netizen? Like fan page  fb TribunKaltim.co, Follow  twitter@tribunkaltim dan tonton Video YoutubeTribunKaltim


Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Maraknya Fenomena Sound Horeg

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved