Kontroversi Organisasi Gafatar

Keceriaan Wajah Polos Anak-anak Eks Gafatar Main Tarik Tambang

para pengungsi sudah ada yang menyatakan jenuh bertempat tinggal di pengungsian Balai Diklat Bulungan.

Penulis: Budi Susilo |
TRIBUN KALTIM / BUDI SUSILO
Upaya menghilangkan kejenuhan para pengungsi bekas pengikut Gafatar Bulungan melakukan permainan tarik tambang di tempat pengusian Balai Diklat Bulungan, pada Senin (8/2/2016) sore. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Sejumlah anak-anak dari orang tua bekas pengikut organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) wilayah Kabupaten Bulungan melakukan permainan yang mengandalkan otak dan fisik.

Acara ini dilakukan di tempat pengungsian Gedung Balai Diklat Bulungan, yang berada dibilangan Jalan Agatis, Tanjung Selor, Senin (8/2/2016), yang dipandu secara langsung tim Tagana Dinas Sosial.

baca juga

Pengamatan Tribunkaltim.co, permainan yang diperagakan itu di antaranya ada tarik tambang berjamaah, dan permainan estafet kelereng yang membutuhkan tenaga fisik, strategi jitu, dan kerjasama yang baik antar satu tim.

Kontan dengan gelaran permainan tersebut, menjadi perhatian banyak orang. Orang-orang tua mereka turut menyaksikan aksi unjuk gigi anak-anaknya dalam perlombaan itu.

Aksi peserta lomba menghibur para penonton. Misalnya saat adu tarik tambang, ada satu tim yang pesertanya anak-anak, kalah dalam pertandingan. Peserta ini terjatuh di tanah yang basah dan berlumpur. Akibat ini, sebagian tubuh peserta yang terjatuh diselimuti tanah liat.

Satu di antara yang ikut lomba tarik tambang ialah Bayu Akmal (15), yang hanya mengenakan celana pendek dan berbaju kaos oblong.

baca juga

Anak bertubuh gelap ini mengungkapkan rasa senang mengikuti acara permainan yang digelar pekerja sosial Tagana Bulungan.

“Senang bisa ikut tarik tambang. Buat mengisi waktu saja, menghilangkan rasa jenuh,” katanya kepada tribunkaltim.co usai mengikuti lomba tarik tambang yang timnya keluar sebagai pemenang.

Belakangan ini, di antara mereka, para pengungsi sudah ada yang menyatakan jenuh bertempat tinggal di pengungsian Balai Diklat Bulungan.

Sebab aktivitasnya di tempat pengungsian sifatnya terbatas. Perbedaannya jauh sama sekali seperti saat mereka tinggal di lahan hunian pertanian di Desa Penisir, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan.

baca juga

Ketika ditemui, Rina Lesmana (40), aktivis senior Tagana Bulungan, menjelaskan, tujuan diselenggarakannya permainan lomba lebih sebagai sarana penghibur diri, menghilangkan rasa bosan.

“Permainan-permainan yang kami buat, dilangsungkan secara sederhana. Hadiahnya tidak besar, hanya makanan ringan saja,” ungkapnya.

Namun intinya, digelarnya permainan di pengungsian bekas pengikut Gafatar Bulungan lebih untuk menciptakan rasa kebersamaan, mempererat tali pertemanan pengungsi dengan para aktivis Tagana.

“Kita bisa berbahagia bersama-sama. Lihat saja banyak kejadian-kejadian lucu menghibur saat mereka beraksi di permainan lomba,” kata Rina, wanita kelahiran Tanjung Palas ini. (*)

dan Klik Saja Follow @tribunkaltim serta Tonton Video YoutubeTribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved