Inflasi
Tekan Laju Inflasi, Bank Indonesia Melibatkan 30 Sekolah Tanam Cabai dan Sawi
Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan kembali melanjutkan program Sekolah Peduli Inflasi tahun ini dengan melibatkan 30 SMA/SMK/Madrasah Aliyah.
Penulis: Fransina Luhukay | Editor: Fransina Luhukay
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Hingga awal 2016, komoditas pangan khususnya cabai rawit dan sayuran masih memberi andil besar terhadap tingginya inflasi dari kelompok volatile food. Meresponinya, Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan kembali melanjutkan program Sekolah Peduli Inflasi tahun ini dengan melibatkan 30 SMA/SMK/Madrasah Aliyah di Balikpapan.
Program ini dimulai Kamis (11/2/2016) kemarin dengan Forum Group Discussion (FGD) di Ruang Ulin Kantor Perwakilan BI Balikpapan. Diskusi yang dipimpin oleh Manajer Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan BI Andi Adityaning Palupi dan Konsultan UMKM BI M Soleh, dihadiri Syahrir dan M Usman perwakilan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Balikpapan, Haryadi dari Badan Lingkungan Hidup (BLH), Paimun dan Siti Aminah dari Asosiasi Petani Organik Balikpapan, Eddy Winarko dari Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP), Meity Ria dari Sayap Sutra Anak Negeri, serta kalangan media.
"Komoditas cabai rawit masih berandil terhadap tingginya inflasi karena masih besar ketergantungan Balikpapan pada pasokan dari luar daerah yakni Pulau Jawa dan Sulawesi. Itu sebabnya sangat diperlukan gerakan penanaman cabai dan tahun ini masih melibatkan sekolah-sekolah," ujar Andi.
Program Sekolah Peduli Inflasi 2016 dimulai Februari hingga Juli mendatang. Selama kurun waktu tersebut diselenggarakan banyak kegiatan antara lain melakukan edukasi mengenai inflasi ke sekolah-sekolah, survei ke sekolah untuk mengetahui luas lahan serta kebutuhan sarana produksi, pelatihan budidaya cabai, seminar kewirausahaan, serta aneka perlombaan.
Syahrir dari Disdik Balikpapan pada kesempatan FGD mengakui pelaksanaan festival cabai tahun lalu memang melibatkan sejumlah sekolah namun perlu diperluas lagi. "Untuk mencapai hasil lebih optimal, sekolah-sekolah yang akan difasilitasi oleh Bank Indonesia perlu menandatangani pakta integritas agar program ini menjadi perhatian serius pihak sekolah," tegas Syahrir.
Sekadar diketahui, gerakan budidaya tanaman cabai organik telah dirintis BI Perwakilan Balikpapan sejak tahun 2012 dan terus berlanjut sampai sekarang. Khusus program Sekolah Peduli Inflasi 2016, menurut Andi, tidak hanya menanam cabai namun juga sawi dan sayur-mayur lainnya. Alasannya, eksistensi Balikpapan sebagai kota industri perdagangan telah mendorong tumbuhnya pusat perbelanjaan, pusat kuliner, dan pertambahan jumlah penduduk. Kondisi ini berdampak pula pada peningkatan kebutuhan bahan pangan sehingga terjadi ketidakseimbangan antara supply dan demand.
"Makanya kami lebih memperluas cakupan program ketahanan pangan daerah, pengenalan konsep inflasi kepada generasi muda, melibatkan pelajar dan para santri dalam program pengendalian inflasi Kota Balikpapan. Ini juga merupakan salahsatu program Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan 2016," tambah Andi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/fgd-bank-indonesia-balikpapan_20160212_124336.jpg)