Harga Minyak
Perusahaan Pengeboran Amerika Pangkas Jumlah Rig, Harga Minyak di Posisi US$ 33
Pukul 09.05 waktu Hong Kong, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran April berada di level US$ 32,91 per barel.
TRIBUNKALTIM.CO, SYDNEY - Harga kontrak minyak dunia diperdagangkan mendekati level US$ 33 per barel di awal pekan (29/2). Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.05 waktu Hong Kong, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran April berada di level US$ 32,91 per barel di New York Mercantile Exchange atau naik 13 sen.
Pada Jumat (26/2) lalu, harga kontrak yang sama turun 29 sen dan ditutup pada level US$ 32,78 per barel. Sepanjang pekan lalu, harga minyak dunia naik 11% yang merupakan kenaikan terbesar sejak Agustus 2015. Meski demikian, sepanjang Februari, harga minyak tergerus 2,2%.
Harga minyak bergerak mendekati level US$ 33 setelah perusahaan pengeboran minyak Amerika memangkas jumlah rig yang aktif ke level terendah dalam enam tahun terakhir. Langkah ini dilakukan di tengah membludaknya cadangan minyak dunia.
Data yang dirilis Baker Hughes Inc menunjukkan, jumlah rig yang beroperasi turun sebanyak 13 rig menjadi 400 rig. Ini merupakan yang terendah sejak Desember 2009.
"Harga minyak bergerak cukup stabil di atas US$ 30. Belum ada faktor signifikan yang bisa mendorong reli minyak. Namun sepertinya, aksi jual terburuk sudah berakhir," jelas Angus Nicholson, analis IG Ltd di Melbourne.
Sementara, harga kontrak minyak Brent untuk pengantaran April naik 5 sen menjadi US$ 35,15 per barel di ICE Futures Europe exchange. Pada Jumat, harga kontrak yang sama ditutup dengan penurunan 19 sen menjadi US$ 35,10 per barel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bursa_20160229_110450.jpg)