Rock In Borneo

Kisah Kaset Kenangan Bupati Rita Widyasari di Balik Konser MLTR

Kenangan tersebut bukanlah kenangan dengan keempat personel MLTR, melainkan kenangan pemberian kaset dari teman-teman pria yang pernah ia kenal.

TRIBUNKALTIM.CO/ANJAS PRATAMA
Bupati Kukar Rita Widyasari (baju biru) menggelar jumpa pers terkait konser Rock in Borneo yang menghadirkan band legendaris Michael Learns To Rock (MLTR) di Hotel Gran Elty Tenggarong, Jumat (25/3/2016). 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Rahmad Taufik dan Anjas Pratama

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Sebuah baliho besar terpampang jelas di area masuk pusat Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

Dua orang terpampang jelas, yakni Bupati Kukar Rita Widyasari dan Akbar Haka, EO penyelenggara Rock in Borneo. Di antara gambar tertulis "Kita Dorong Industri Kreatif".

Bukan tanpa alasan Bupati Rita Widyasari meneruskan tradisi event musik rock skala internasional di Kota Raja. Puluhan ribu orang datang khusus ingin menyaksikan konser akbar tersebut menjadi alasan.

"Tahun lalu berhasil menyedot lebih 70 ribu orang, termasuk penonton dari Australia, Brunei, hingga Singapura. Ini bisa menjadi faktor penarik wisatawan luar negeri datang ke Kukar. Tak hanya itu, industri kreatif kami juga akan bisa terus berkembang. Lihat saja berapa banyak pedagang kecil yang juga hadir di event Rock in Borneo ini," kata Rita Widyasari ditemui di Hotel Gran Elty Tenggarong, Jumat (25/3/2016).

BACA JUGA: Di Tenggarong, Michael Learns To Rock Hanya Sampai Tiga Hari

Bupati Kukar Rita Widyasari. (FOTO: IST)

Selain itu, banyaknya sektor pariwisata juga terus disiapkan Pemkab Kukar seperti Ladang Budaya, Creative Park, serta baru-baru ini Jembatan Repo-Repo.

"Ini langkah kontinyu yang kami lakukan. Jangan hanya dipikir kalau musik sekadar hura-hura semata. Memang banyak yang tulis di media sosial, bagaimana kalau dana tersebut untuk kebutuhan masyarakat kecil, tetapi saya tegaskan kami tetap mengurus hal tersebut. Saya yakin, hiburan juga diperlukan masyarakat," katanya.

Diundangnya grup band Michael Learns To Rock (MLTR) di ajang tahunan Rock in Borneo ini ternyata disebabkan adanya kenangan tersendiri dialami Bupati Rita Widyasari akan grup band asal Denmark ini.

BACA JUGA: Ditanya Soal Berapa Biaya Datangkan MLTR, Ini Jawaban Bupati Rita Widyasari

Kenangan tersebut bukanlah kenangan dengan keempat personel MLTR, melainkan kenangan pemberian kaset dari teman-teman pria yang pernah ia kenal.

"Dulu saya pernah diberi tiga kaset MLTR dari tiga teman pria berbeda. Itulah mengapa saya ingat sekali MLTR," ujar Rita tersenyum.

Rita mengaku sangat ngefans dengan MLTR. "Saya ini jujur merupakan fans MLTR. Saya hapal semua lagu-lagunya. Nanti saya juga ikut nanyi bersama penonton (masyarakat)," katanya.

Michael Learns To Rock (MLTR). (FOTO: IST)

Dipilihnya anak-anak muda sebagai EO serta pelaku utama dari beragam grup band lokal tampil di Rock in Borneo menurut Rita sebagai bentuk pembuktian bahwa anak-anak muda Kukar sudah banyak yang berpikir ke depan.

"Jangan dikira Akbar Haka (EO Rock in Borneo) ini selalu berlaku negatif. Ia juga sering ke masjid, ikut tausiyah, dan lainnya. Ini juga mengurangi anak-anak muda yang menggunakan narkoba. Terbukti mereka tak menggunakan narkoba," katanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved