Pesan Kepala Kemenag: Jangan Mencontek dan Kurangi Media Sosial
Jangan percaya jawaban dari orang lain yang belum tentu benar. Apalagi jika jawaban itu berasal dari pesan singkat yang tidak jelas sumbernya.
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan HM Shaberah berharap para peserta Ujian Nasional (UN) yakin dan percaya diri dengan kemampuannya masing-masing.
Jangan percaya jawaban dari orang lain yang belum tentu benar. Apalagi jika jawaban itu berasal dari pesan singkat yang tidak jelas sumbernya.
“Kita harus yakin kepada diri sendiri, Prestasi Oke, Jujur Harus seperti motto UN tahun ini. Jangan menyontek,” ujarnya.
Dia juga mengimbau kepada para peserta UN tahun ini untuk mengurangi penggunaan telepon seluler termasuk media sosial seperti facebook, WhatsApp dan Blackberry Massanger juga mengurangi nonton televisi.
BACA JUGA: Selama UN, Sekolah Pilih Gunakan Genset
“Apalagi menonton film sinetron seperti Uttaran yang lagi ngetren,” katanya.
Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional yang mulai berlangsung Senin (4/4/2016), para peserta UN ini malah disarankan untuk semakin banyak berdoa dan khusyuk kepada Allah.
“Karena doa adalah senjata bagi orang-orang yang beriman. Sebelum berangkat ke sekolah mau UN, anak-anakku hendaklah minta restu kepada orangtua,” ujarnya.
Pelaksanaan Un tingkat SMA/SMK/MA di Kabupaten Nunukan tahun ini diikuti 3.809 siswa terdiri dari, 1.248 siswa SMA negeri, 1.476 siswa SMA swasta, 465 siswa SMK negeri dan 620 siswa dari SMK swasta.
BACA JUGA: Antisipasi Listrik Padam saat Ujian Nasional, Sekolah Ini Siapkan Genset 12 Ribu Kilowatt
Sehari menjelang pelaksanaan UN ini, Shaberah di depan para calon peserta UN saat menghadiri dzikir dan doa di SMA Negeri 1 Nunukan juga memberiakn tips agar sukses ujian.
“Yang pasti jaga kesehatan baik kesehatan fisik dan mental. Mulai dari sekarang para siswa yang hendak mengikuti Ujian Nasional agar betul-betul memperhatikan kondisi kesehatannya,” ujarnya.
Dia mengatakan, sehebat apapun ilmu yang dimiliki namun jika sakit saat pelaksanaan UN, “Maka kita tidak bisa ikut ujian,” katanya.
Para pelajar juga harus belajar dengan tekun tetapi santai. “Artinya jangan terbeban dan membebani diri. Cukup kita kembali mereview pelajaran yang sebelum-sebelumnya pernah diberikan,” ujarnya.
BACA JUGA: Ada Simulasi Ujian, Siswa Kelas Satu Main Game Online
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/doa-bersama-jelan-un_20160403_203347.jpg)