Kolom Rehat
Panama, Van Halen, dan Panama Papers
Dokumen ini mendapat nama seperti itu karena dimiliki oleh firma hukum Mossack Fonseca (MF) yang berpusat di Panama
Oleh: ARIF ER RACHMAN
SAYA mendengar kata 'Panama' pertama kali dalam kaitannya dengan sebuah kanal atau terusan di sebuah negara di Amerika Tengah waktu SD. Kemudian saat SMP, saya mendengar lagi Panama. Kali ini lewat lagu menghentak milik super grup band metal 1980-an, Van Halen.
Dengan lengkingan suara David LeeRoth dan raungan gitar Eddie 'Dewa Gitar" van Halen, lagu Panama yang terdapat dalam album 1984 tidak bisa tidak untuk membuat saya berjingkrak seperti juga saat mendengar lagu Jump yang ada dalam album yang sama. Pada pertengahan '80- an itu Van Halen memang raksasa band rock/metal.
Beberapa tahun kemudian, setelah kemunculan Paman Google, saya baru mengetahui bahwa lagu Panama tidak ada kaitannya dengan negara di Amerika Tengah atau pun sebuah kanal. Lagu itu bercerita tentang mobil bernama Panama yang dilihat Lee Roth di saat bertandang ke Las Vegas.

Pada akhir 90-an saya kembali bertemu Panama lewat novel spionase John le Carré berjudul The Tailor of Panama yang kemudian difilmkan Hollywood pada 2001.
Film ini memang berkisah kejadian di negara Panama. Pierce Brosnan, dengan pengalaman sebagai agen rahasia Inggris paling terkenal dengan sandi 007, James Bond, sukses memerankan agen mata-mata Inggris yang dengan segala intriknya membuat Panama kembali dikuasai militer Amerika Serikat. Saya memang suka jenis film seperti ini.
Dan pekan lalu, saya mendengar lagi Panama dalam bentuk dokumen bernama Panama Papers. Saat ini Panama Papers bukan saja dibicarakan di koran atau televisi, tapi juga dalam obrolan di media sosial dan di kafe-kafe. Kata seorang teman, kalau mau dibilang 'kekinian' bicarakanlah Panama Papers.
Seperti kita ketahui, Panama Papers adalah data dalam jumlah sangat besar yang dibocorkan sumber anonim kepadaSuddeutsche Zeitung, kemudian surat kabar Jerman itu mengajak Konsorsium Internasional Jurnalis Investigasi (ICIJ) untuk bersama mengolah data-data tersebut menjadi berita.
BBC, The Guardian dan McClatchy kemudian bergabung memberitakan hal itu. Dan saat ini semua media di seluruh dunia memanfaatkan Panama Papers untuk membut berita yang laris manis.

Dokumen ini mendapat nama seperti itu karena dimiliki oleh firma hukum Mossack Fonseca (MF) yang berpusat di Panama. Dokumen ini masuk dalam file sebesar 2,6 terabyte (TB). Ada 4,8 juta e-mail; 3 juta database; 2,1 juta dokumen PDF; 1,1 juta foto; 320.000 dokumen teks; dan 2.000-an file lainnya.
Sebelumnya, pada 2010 lalu, beredar juga dokumen yang dibocorkan oleh programer komputer, Julian Assange. Dia membocorkan file yang berisi dokumen-dokumen rahasia operasi intelijen di berbagai negara. Bocoran tersebut dikenal dengan nama Wikileaks.
Namun, dibanding dengan Wikileaks, jumlah file Panama Papers ini lebih besar berkali-kali lipat. Sebagai perbandingan, Wikileaks yang dibocorkan Assange berukuran file 1,7 GB. Seperti gajah dan semut.
Karena amat sangat dan terlalu besar, dokumen Panama Papers tidak bisa dengan terbaca begitu saja. Pembocoran data-data itu melibatkan penggunaan data berformat digital, komputer dengan performa mumpuni, dan algoritma yang dapat memahami semua nama di balik jutaan detail data.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/arif_20150419_103718.jpg)