Selasa, 14 April 2026

Hari Kartini

Jadi Satu-satunya Polisi Perempuan dengan Jabatan Tertinggi, Tantangan Yolanda Lebih Besar

Saat pekerjaan membutuhkan kehadiran dirinya, ia tak pernah lupa menyempatkan komunikasi dengan tiga putra dan suaminya.

HO
Wakapolres Balikpapan, Kompol Yolanda (dua dari kanan) saat berpose bersama keluarga. Yolanda selalu menyempatkan waktu bersama keluarga di tengah kesibukannya bertugas sebagai Wakapolres. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Wakapolres Balikpapan Komisaris Polisi Kompol Yolanda Evalyn Sebayang mengaku santai dalam membagi waktu antara bekerja dan keluarga.

Baginya, harus ada hal yang diprioritaskan baik itu pekerjaan maupun keluarga.

Saat pekerjaan membutuhkan kehadiran dirinya, ia tak pernah lupa menyempatkan komunikasi dengan tiga putra dan suaminya.

"Enjoy your time aja, harus ada yang dimaksimalkan. Meskipun harus bekerja, tapi kalau anak-anak mau ujian misalnya, saya tanya jawab dengan anak dulu. Saya yang pegang bukunya, nanti mereka yang jawab. Itu untuk memastikan apakah akan-anak sudah belajar dengan baik atau belum," ungkapnya ketika dijumpai di Mapolres Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Kalimantan Timur, Rabu (20/4/2016).

Kesibukan bertugas sebagai Wakapolres, tak jarang membuat waktu yang berkualitas dengan keluarganya terganggu.

Baca: Hanya Lulusan D3, Claudia Devi Mampu Gantikan Bule di Posisi Tertinggi Hotel Bintang Lima

Suatu waktu, Yolanda pernah berjanji akan membawa tiga putranya, Yosan, Yodha, Yodhi untuk menonton. Mendadak, Yolanda harus menghadiri rapat di kantor, akibatnya acara dengan anak-anaknya pun terpaksa dibatalkan.

Kendati demikian, anak-anak mengerti kesibukan ibundanya dan tak pernah menuntut ataupun menyesali. Yolanda sadar diri bertangggungjawab karena telah mengingkari janji. Iapun memberikan kompensasi kepada mereka.

"Mereka biasa saja kalau batal, karena mungkin sudah terbiasa dengan pola seperti ini. Tapi tetap ada kompensasi, jadi sebenarnya hari Senin - Jumat mereka gak boleh main game di gadget, tapi karena batal nonton, ya dikasih lah, supaya mereka senang," tuturnya.

Istri Komisaris Besar RY Wihastono Yoga Pranoto ini menjadi satu-satunya polisi perempuan yang menduduki jabatan strategis di Kepolisian wilayah Kaltim.

Prestasi itu bukan datang karena sang suami Perwira, melainkan ketekunan dan kegigihan diri dalam berkarier yang ditempuhnya sejak masuk Bintara Brimob Polri tahun 1997 silam.

Menurutnya tidak ada alasan bagi perempuan untuk tak berprestasi. Manakala perempuan diberi kepercayaan, akan dijalankan secara total dalam bekerja.

Yolanda menilai, justru tantangan perempuan lebih besar. Saat terjadi kesalahan pada perempuan, yang disalahkan itu adalah gender bukan kinerja.

Baca: Pekerjaan di Kantor Bertumpuk tapi Para Wanita Hebat Ini Tetap Prioritaskan Keluarga

"Rata-rata cewek ngeluh kalau dikasih kerjaan dan tanggung jawab, dalilnya ke anak dan keluarga. Padahal itu bukan alasan. Kita harus menanggung beban pekerjaan yang sama dengan yang lain. Harus yakin dengan kemampuan diri sendiri dan bekerja dalam tim," ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved