Sepenggal Kisah Kondisi Tahanan di Rutan Salemba dan Pondok Bambu
Ada 14 petugas jaga di pos paste, pos di dekat gedung tahanan. Mereka yang akan menghitung 3.519 tahanan.
"Dulu, kalau kita ngecek tiap kamar, bisa saja ada yang lempar batu bata dan memaki petugas jaga," kata salah seorang petugas pengamanan dalam Rutan Salemba, Emerson Saragih.
Petugas tak dapat berbuat banyak. Mereka kalah jumlah.
Napi perempuan
Pada jam yang sama, di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, petugas perempuan berkeliling mengontrol blok dan sel dua sampai tiga kali setiap malam. Rutan Pondok Bambu merupakan rutan khusus untuk tahanan dan napi perempuan.
Rasa iba tidak jarang menghinggapi para petugas ketika menyaksikan napi dan tahanan yang tidur berimpitan di malam hari. Kamar sel berukuran 4 meter x 6 meter dihuni 20-26 napi. Mereka tidur berdesakan, hampir tanpa jarak, dan tidak ada privasi.
Kamis malam itu, giliran Dwi Supriyani (46) yang bertugas jaga. Ia berkeliling bergantian ke enam blok.
"Lho, kok belum tidur? Kenapa kalian?" tanya Dwi ketika menemui kelompok napi di Blok D yang belum tidur.
Napi yang ditanya menjawab pendek, "Mau sahur, Bu. Puasa Daud."
Napi lainnya yang belum tidur terlihat membaca buku, sebagian lainnya sedang shalat malam.
Baca: Kisah Kepala Rutan Budi Prajitno yang Kewalahan Tangani Ratusan Tahanan Narkoba
Sebagian besar napi tidur hanya mengenakan singlet atau kaus dan celana pendek. Hawa panas di dalam sel membuat mereka harus irit memakai baju.
Kipas angin di atap kamar tidak banyak membantu. Kondisi khusus itu pula yang membuat pengamanan dan pemeriksaan oleh petugas perempuan lebih sesuai daripada petugas laki-laki.
Pemandangan di kamar napi sangat amburadul. Barang-barang napi berserakan. Di teras kamar, tas-tas milik napi yang berisikan baju dan peralatan pribadi ditumpuk tidak teratur, dan sampai menutupi separuh bagian teras kamar.
Baju-baju napi digantungkan di luar kamar, pada besi jemuran. Pemandangan itu mengingatkan pada keriuhan di kampung, di rumah-rumah padat penduduk dengan jemuran yang digantung di sana-sini.
Uniknya, Rutan Pondok Bambu relatif tidak banyak gejolak. Ribuan narapidana dan tahanan itu tampak patuh kepada petugas. (BIL/REK/ANA)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/warga-binaan-di-rutan-pondok-bambu_20160426_074701.jpg)