BKSDA Pastikan Survei Lima Hari, COP Belum Tahu Kepastian Waktunya
Jangka waktu tersebut lebih lama dari survey sebelumnya, yakni dua hari.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Anjas Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tindak lanjut dari masuknya pelaporan Centre for Orangutan Protection (COP), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim mengagendakan survey lanjutan untuk memastikan ada dan tidaknya orangutan yang diklaim berada di kawasan konsesi perusahaan sawit PT Anugerah Energitama di Kutai Timur.
Survey lanjutan yang melibatkan COP, BKSDA Kaltim, serta PT Anugerah Energitama tersebut direncanakan dilakukan selama lima hari.
Jangka waktu tersebut lebih lama dari survey sebelumnya, yakni dua hari.
Namun, meskipun BKSDA Kaltim sudah memberitahukan langkah solusi yakni adanya survey lima hari, hingga kini COP masih belum tahu, kapan survey itu akan dilakukan.
(Baca juga: Komisi II DRPD Kaltim Sebut Aset Lahan Pemprov Dimanfaatkan Organisasi Masyarakat)
"Belum, kami belum dapat info waktu pasti pelaksanaan survey tersebut," ujar Ramadhani, Direktur Pelaksana COP, Rabu (27/4/2016).
Meskipun demikian, Ramadhani mengungkapkan ia dan perwakilan COP lainnya akan tetap menunggu kabar dari BKSDA Kaltim untuk melakukan survey lanjutan tersebut.
"Kami akan menunggu dan memantau kapan ini akan dilakukan. BKSDA hanya menyampaikan bahwa akan dilakukan segera, jadi kami hanya menunggu," katanya.
Diyakini,dalam waktu lima hari survey tersebut, keberadaan orangutan akan terdeteksi, yang otomatis akan membuat PT Anugerah Energitama harus membuat rencana solusi konservasi habitat orangutan di kawasan konsesi lahan sawit mereka. (*)
***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/orangutan-di-area-perkebunan_20160427_163523.jpg)