Kisruh Partai Golkar

Empat Tokoh Bakal Berebut Ketua Umum Golkar

Penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar untuk memilih ketua umum partai berlambang pohon beringin itu dinilai akan seru.

Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menkumham Yasonna Laoly (tengah) menunjukkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Partai Golkar Munas Bali di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Selasa (26/4/2016). Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Golkar Bali bernomer M.HH-AH.11.01 tertanggal 26 April Tahun 2016 yang berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA) No.96K/Pdt/2016 tanggal 29 februari 2016 yang telah berkekuatan hukum tetap. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Usai disahkannya Surat Keputusan Kementerian Menteri Hukum dan HAM mengenai kepengurusan Partai Golkar, Selasa (26/4/2016) lalu, dinamika Partai Golkar memasuki babak baru.

Penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar untuk memilih ketua umum partai berlambang pohon beringin itu dinilai akan berlangsung seru.

Pengamat Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan, akan ada pertarungan sengit oleh empat orang dalam proses pemilihan ketua umum Partai Golkar nanti.

Keempat orang itu memiliki keunggulan masing-masing di internal Partai Golkar.

"Ade Komaruddin (Akom), Setya Novanto (Setnov), Aziz Syamsudin, dan Idrus Marham," kata Hendri kepada Kompas.com, Rabu (27/4/2016).

BACA JUGA: Belum Bayar Listrik, PBB, hingga Gaji Pegawai, Agung Laksono Cs Bakal Diusir dari Kantor DPP

Ia menjelaskan, Akom akan akan banyak mendapat dukungan oleh Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi). Saat ini Ketua Komisi Hukum DPR RI itu menjabat sebagai Ketua Umum di organisasi sayap Golkar itu.

"Sementara Setnov memiliki dana yang tidak sedikit," tuturnya.

Sosok Idrus, kata Hendri, juga akan menjadi pesaing berat bagi para kandidat calon ketua umum lainnya. Sekjen Partai Golkar itu dicitrakan dekat dengan Ketua Steering Committee (SC) Nurdin Chalid.

Ada pun, Aziz Syamsuddin juga menjadi salah satu kader yang dianggap memiliki pengaruh.

BACA JUGA: Golkar Sepakat Berdamai, Ini Sikap Ical dan Agung

Meski begitu, Hendri menilai pengaruh tokoh senior Partai Golkar akan tetap menentukan. Tokoh senior itu misalnya Aburizal Bakrie dan Jusuf Kalla, yang pernah menjadi ketua umum.

"Peran Ical dan Jusuf Kalla (JK) akan vital, termasuk dukungan pemerintah," kata dia.(Kompas.com/Fachri Fachrudin)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved