Salam Tribun

Sahutan Saut

Lewat kicauan di akun Twitter pribadinya, Mahfud menilai pernyataan Saut ceroboh dalam memberi contoh.

Penulis: Syaiful Syafar |
DOK. TRIBUN KALTIM
Syaiful Syafar 

"Sampai 2013 sdh lbh 12 kali KPK mau dilibas melalui judicial review di MK. Tp alumnus HMI di MK memimpin utk menyelamatkan KPK." kicaunya.

Barangkali Saut tak pernah membayangkan betapa ngerinya "murka" berskala nasional itu yang diakibatkan oleh sahutannya yang dangkal.

Dalam konteks logika formal, sebenarnya pernyataan Saut ini sebagai satu dari sekian ragam sesat pikir: fallacy of dramatic instance atau over-generalisation seperti yang dicontohkan Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya Rekayasa sosial: reformasi atau revolusi?

Mungkin Saut terlambat sadar sehingga baru menyampaikan maafnya bersamaan dengan upaya hukum yang ditempuh HMI dan KAHMI.

"Saya mohon maaf atas pernyataan saya. Sekali lagi, saya mohon maaf atas pernyataan saya," kata Saut saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/5/2016) kemarin.

Saut mengaku tidak bermaksud menyinggung HMI maupun lembaga lainnya. Ia merasa ada kesalahpahaman atau persepsi.

Untuk itu, KPK akan melakukan pertemuan dengan pimpinan HMI untuk menyelesaikan masalah tersebut. Diharapkan, ke depannya, HMI bisa menjadi mitra KPK dalam pemberantasan korupsi.

Ya, memang sudah semestinya upaya pemberantasan korupsi dilakukan secara massif. Melibatkan semua kalangan, termasuk turun ke kampus dan sekolah-sekolah mengkampanyekan pencegahan korupsi sejak dini.

Pimpinan KPK bukan bersikap sebaliknya, membuat gaduh dan mendiskreditkan organ tertentu. Dan perlu diingat pula bahwa KPK bukanlah Tuhan yang tak pernah luput dari salah.

Pun sebaliknya, HMI tak perlu terlalu reaktif hingga berunjuk rasa anarkis. Kalaupun ada kader atau alumninya yang berbuat korup maka tak perlu dibela mati-matian, tapi justru dihukum.

Jangan sampai karena nila setitik rusak susu sebelanga. Jangan karena ulah satu-dua orang, HMI rusak, begitupun KPK! (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved