Sabtu, 9 Mei 2026

Milisi Abu Sayyaf

Demi Keselamatan Nyawa, 4 ABK Sepakat Mengaku Islam

Ariyanto mengaku, selama disandera bersama tiga rekannya diikat secara melingkar di pohon kelapa.

Tayang:
Penulis: Junisah |
IST
Loren Marinus Petrus Rumawi, satu ABK yang ditawan kelompok Abu Sayyaf (kiri) terpaksa ganti nama Ahmad Peter demi keselamatan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Disandera selama 25 hari di sebuah pulau terpencil oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf tidak akan pernah dilupakan oleh empat anak buah kapal (ABK) Tugboat (TB) Henry.

Mereka adalah Moch Ariyanto Misnan, Loren Marinus Petrus Rumawi, Dede Irfan Hilmi, dan Samsir. Keempatnya akhir bisa terbebas dari tawanan Abu Sayyaf.

Selama perjalanan menuju Tarakan di atas kapal milik TN AL, KRI Surabaya, nakhoda kapal TB Henry, Ariyanto bercerita kepada sejumlah wartawan yang ikut dalam rombongan tim penjemput empat ABK tersebut.

Ariyanto mengaku, selama disandera bersama tiga rekannya diikat secara melingkar di pohon kelapa.

Tak hanya itu, selama berada di hutan sebuah pulau yang ia tidak tahu namanya tersebut, mereka berempat diwajibkan shalat berjamaah. Sewaktu ditanya oleh kelompok bersenjata itu terkait agama, mereka berempat mengaku Islam.

Baca: Kisah Empat ABK yang Ditawan Abu Sayyaf, Makan Kelapa Kering agar Bertahan Hidup

Dari mereka berempat, hanya Loren Mariunus Petrus Rumawi, Chief Officer TB Henry yang beragama Kristen. Namun demi menyelamatkan nyawa mereka dari kelompok Abu Sayyaf, mereka akhirnya kompak mengaku Islam.

"Kami mengaku semuanya Islam, karena kami tahu kelompok Abu Sayyaf sangat kuat agama Islamnya dan tidak suka dengan agama lain. Untuk itulah kami sepakat mengaku Islam, termasuk Loren Petrus. Ini untuk keselamatan kami bersama," ujarnya sambil tersenyum.

Dengan mengaku Islam, mau tidak mau Loren Petrus selama disandera ikut shalat berjamaah dengan tiga rekannya dengan imam Dede Irfan Hilmi. Dede ditunjuk sebagai imam shalat, karena dia lulusan salah satu pesantren.

Bersama Dede inilah, Loren Petrus belajar gerakan shalat dan mengaji sambil tangannya diikat. Bahkan agar Loren Petrus benar-benar terlihat beragama Islam, Ariyanto bersama dua rekan sepakat menganti nama Loren Marinus Petrus Rumawi menjadi Ahmad Peter.

"Ahmad Peter ini saya yang kasih nama, biar namanya terlihat agak keislaman. Kalau menyebut nama sebenarnya kami khawatir saja.  Waktu kami ganti nama Ahmad Peter ini, kelompok bersenjata ini percaya saja," ucapnya.

Selama disandera ini pula keempatnya hanya diberikan makan bekas makanan dari kelompok bersenjata. Bahkan untuk minum dari kelapa kering yang telah jatuh dari pohon. Tidur pun hanya beralasan rumput, sehingga mereka digigit nyamuk dan merasakan kedingingan.

Baca: Sebelum Disandera Empat ABK Sempat Lawan Kelompok Abu Sayyaf

Kadang pula mereka diajak ngobrol dengan seorang anggota kelompok bersenjata yang menggunakan topeng dan memegang senjata laras panjang. Saat ngobrol inilah ada satu anggota yang sedang menjaga berbicara dengan mereka.

"Ada satu anggota dari kelompok Abu Sayyaf ini cerita kepada kami, kalau mereka merasa menyesal dengan menyandera orang-orang Indonesia. Sebab orang Indonesia ini sebagai saudara sesama muslim. Bisa jadi ini juga yang membuat kami dibebaskan, termasuk negosiasi antara pemerintah Indonesia dan Filipina," tutur Ariyanto.

Diakui, mereka sama sekali tidak mengenali wajah-wajah dari kelompok bersenjata tersebut. Para anggota kelompok ini menggunakan topeng sambil memegang senjat laras panjang.

"Kalau dihitung-hitung anggotanya mencapai sekitar 200 orang," ujarnya. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved