Speedboat Tabrakan
Tabrakan, Speedboat Rombongan BPN Hancur
Kedatangannya ke Balikpapan kali ini diselimuti rasa duka yang mendalam setelah mengetahui suaminya Rahmat (42) jadi satu dari tiga korban meninggal.
2. Tiga Kali Kejadian
Setelah diotopsi oleh pihak Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, ketiga jenazah korban kecelakaan tabrakan speedboat di perairan Teluk Balikpapan diserahkan ke keluarganya masing-masing, Sabtu (14/5/2016). (TRIBUN KALTIM / RUDY FIRMANTO)
Ditemui terpisah General Affair PT Petrosea Verrianus mengatakan mewakili perusahaan akan sepenuhnya menanggung proses pengurusan jenazah korban dan juga yang masih dirawat di rumah sakit.
"Kami konsen untuk pengurusan pemulangan jenazah korban terlebih dahulu ke keluarga dan untuk yang dirawat kita juga tanggung semua sampai sembuh," katanya.
BACA JUGA: KSOP Temukan 10 Life Jacket Tak Layak yang Dipakai Penumpang
Mengenai kejadian, ia menolak komentar lebih lanjut dengan alasan menyerahkan semua kepada pihak kepolisian.
"Kami percayakan proses penyelidikan ke polisi sesuai kewenangannya. Kami fokus ke korban dulu," katanya.
Kejadian kecelakaan speedboat menurut Verrianus bukan kejadian pertama.
Dalam tiga tahun sudah ada tiga kali kejadian.
BACA JUGA: Enam Motoris Kapal Klotok Ikut Bantu Cari Korban Speedboat Tabrakan yang Hilang
Ia menyayangkan pihak terkait tidak mengawasi ketat speedboat yang beroperasi tidak dilengkapi keselamatan yang memadai.
"Bukan kali ini saja. Sudah 3 kali. Yang kita pertanyakan mengapa mereka bisa menggunakan speedboat tanpa menggunakan pelampung padahal itu wajib untuk keselamatan," ungkapnya.
Pantauan Tribun Kaltim di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB), Sabtu (14/5/2016) sekitar pukul 14.30 wita, tiga jenazah korban kecelakaan speedboat setelah mendapat surat pengantar dari kepolisian serta telah dilakukan otopsi.
Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga masing‑masing. Untuk Arum Wulandari dibawa ke Samarinda, sedangkan Rahmat dan Hamsidah dibawa ke PPU menggunakan speedboat milik Petrosea. (*)
***