Senin, 13 April 2026

Presiden Minta Harga Daging Rp 80 Ribu Per Kilogram, di Sini Sudah Tembus Rp 140 Ribu Per Kilogram

Sempat dibanderol seharga Rp 135 ribu per kilogram, kini sudah menyentuh Rp 140 ribu per kilogram.

Editor: Amalia Husnul A
tribunkaltim.co/muhammad arfan
Afdaliah, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Induk Bulungan. Foro diambil Minggu (29/5/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Alih-alih akan turun sesuai permintaan Presiden Joko Widodo, justru harga daging sapi terus melejit di Bulungan.

Seperti pantauan Tribun Kaltim di Pasar Induk Bulungan, Minggu (29/5/2016), harga komoditas hewani itu bahkan sudah tembus Rp 140 ribu per kilogramnya.

Penuturan Afdaliah, salah seorang pedagang daging sapi, kenaikan harga sudah terjadi sejak sepekan yang lalu. Sempat dibanderol seharga Rp 135 ribu per kilogram, kini sudah menyentuh Rp 140 ribu per kilogram.

BACA JUGA: Merendam Daging Beku di Air Ternyata Cara yang Salah, Yuk! Ikuti Cara Benarnya

“Kecenderungannya memang seperti ini. Kan mau masuk Ramadhan. Dari pemotongan juga sudah naik,” katanya.

Permintaan Presiden Joko Widodo yang menginginkan harga daging sapi dibanderol Rp 80 ribu per kilogram tak masalah menurut Afdaliah. Namun dengan catatan, pemerintah siap pula memberi subsidi.

Tak hanya itu, Pemerintah pun dituntut menyiapkan pasokan sapi atau daging demi memenuhi permintaan daging di tingkat konsumen di Bulungan.


Aktivitas pedagang daging sapi di Pasar Induk Bulungan beberapa waktu lalu. (tribunkaltim.co/muhammad arfan)

“Kami tidak masalah. Justru jika harganya murah modal juga semakin kecil. Dan daging sapi akan cepat laku. Permasalahannya, siapkan pemerintah memberikan subsidi harga daging sapi. Kalau tidak ada subsidi, akan percuma saja,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, permintaan daging sapi oleh konsumen akan terus meningkat selama Ramadhan. Puncaknya akan terjadi beberapa hari menjelang hari raya Idul Fitri.

Permintaan yang terus meningkat, menjadi pemicu tingginya harga. Harga daging sapi saat menjelang Lebaran nanti ditaksir bisa mencapai Rp 150 riibu.

“Kalaupun harganya tinggi, konsumen tetap beli karena kebutuhan untuk lebaran. Jika memang harganya bisa diturunkan pemerintah tentu lebih bagus, asalkan itu tadi, mesti ada subsisi. Kenapa tidak kami turunkan,” katanya. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved