Selasa, 21 April 2026

Penutupan Lokalisasi

Punya Penghasilan Lain, Warga di Sekitar Lokalisasi tak Pusing Penutupan Lokalisasi

Kabar penutupan lokalisasi di Kaltim secara serentak rupanya sampai ke telinga masyarakat.

tribunkaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo
Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan juz amma kepada perwakilan pekerja seks komersial (PSK) saat seremoni penutupan lokalisasi prostitusi di Provinsi Kalimantan Timur, di Lokalisasi Bayur, Rabu (1/6/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO - Kabar penutupan lokalisasi di Kaltim secara serentak rupanya sampai ke telinga masyarakat. Tak terkecuali warga yang mendiami lokalisasi Bandang Raya Solong Samarinda.

Slamet (46), mengakui telah mengetahui kabar tersebut jauh-jauh hari. Namun hingga kini ia belum mendapat kepastian kapan lokalisasi Solong benar-benar ditutup selamanya.

"Tahu dari informasi warga lain. Cuma ini kok belum juga dikerjakan. Biasanya kalau razia Satpol PP dan polisi ya itu sudah biasa kalau mau bulan puasa," ucapnya ketika dijunpai di rumah beton berwarna biru itu.

Slamet merupakan perantauan dari Jawa yang sudah kurang lebih 10 tahun menghuni kawasan tersebut. Selama berada di Solong, ia tak khawatir aktivitas prostitusi, lantaran sejauh ini tidak meresahkan warga.

BACA JUGA: Bukan karena Ditutup, PSK Memang Pulang Kampung dengan Biaya Sendiri Menjelang Puasa

Kendati demikian, menurutnya hampir semua warga 'manut' dengan anjuran pemerintah untuk menutup lokalisasi.
Ia menilai rencana itu sangat baik, sehingga warga mendukung.

Namun di sisi lain, ia tak berani menjamin lokalisasi akan beroperasi kembali usai Lebaran.

"Biasanya kan memang begitu. Tapi mereka nggak langsung ke sini. Mereka di kota dulu. Kalau mereka datang setelah Lebaran masa kita mau melarang mereka mencari makan di sini? Kita lihat aja nanti gimana itu," ungkapnya.

BACA JUGA: Tamu Lokalisasi Semakin Sepi, Mucikari Ini Bingung Nafkahi Keluarga

Warga lainnya, Udin (40) sependapat dengan Slamet. Menurutnya jika tidak ditutup pun lokalisasi Solong tutup dengan sendirinya.

Pasalnya warga sudah memiliki mata pencaharian alternatif, selain mengandalkan lokalisasi.

"Saya punya mobil jual air. Ya tiap hari bisa keliling jualan air. Yang lainnya juga ada yang punya warung, rumah makan, macam-macam lah. Jadi warga sebenarnya nggak terlalu pusing," ujarnya. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved