Jumat, 8 Mei 2026

Ramadhanku

Di Ponpes Al Mujahidin, Para Santri Belajar Pakai Tablet

Bermodalkan lahan seluas 0,6 hektare dan sebuah rumah kayu ukuran 6x6 meter hasil wakaf Addu Syukur Daha yang juga Pimpinan Daerah Muhammadiyah.

Tayang:
TRIBUN KALTIM/RUDY FIRMANTO
Bangunan Pondok Pesantren Terpadu Al Mujahidin yang berada di Km 10. Beberapa titik di lokasi ini sudah dilengkapi dengan hotspot zone sehingga para santri dengan mudah mengakses internet. 

"Sebanyak 60 persen materi umum dan 40 persen agama, itu bedanya kita dengan ponpes lainnya, kita tetap utamakan pendidikan formal sehingga nantinya ketika mereka lulus mendapatkan 2 ijazah yakni ijazah sekolah dan ijazah pondok," katanya.

Walaupun begitu target lulusan Al Mijahidin tak main-main yakni para santri harus menghafal beberapa surat yang ada di Al Quran. Selain itu kesan pondok modern layak disematkan padanya. Bagaimana tidak, penerapan teknologi terkini sangat dimaksimalkan oleh para pengajar juga santri.

"Dalam menyampaikan materi secara bertahap kita sudah tidak konvensional lagi, jadi setiap santri memegang alat elektronik Tablet dalam pembelajaran setiap harinya, itu yang mulai kita terapkan karena memang sudah tuntutan zaman," katanya.

Selain itu beberapa titik sekolah sudah dilengkapi dengan Hotspot zone sehingga para santri dengan mudah mengakses internet.

"Internet bagai pisau bermata dua bisa bermanfaat bisa pula ancaman, tetapi situasi ini harus disikapi positif anggap sebagai tantangan, selalu beri pemahaman kepada santri apa konsekuensi yang setiap mereka ambil, toh kita halangi juga tidak mungkin," katanya bijak.

Untuk lulusan tidak perlu dikhawatirkan hampir seluruh perguruan tinggi bergengsi di Indonesia ada alumni Ponpes Al Mujahidin.

"Jadi kemarin saya sempat ada pertemuan dengan para alumni di Malang Jawa Timur, sehingga kita tahu mereka melanjutkan ke perguruan tinggi mana saja, dan Alhamdulillah bisa masuk ke yang bagus," katanya.

Setelah menempuh pendidikan masih banyak pula yang pada akhirnya mengabdi di Al Mujahidin khususnya yang mengajar.

"Kepala sekolah dan jabatan penting di sini semua dari alumni kita, alasannya mereka sudah paham karakter Al Mujahidin seperti apa sehingga kedepannya terus dijaga dengan baik," katanya.

Menyambut bulan Suci Ramadhan 1437 H Mas'ud mengatakan, para santri hanya masuk selama satu minggu diawal puasa, selebihnya libur hingga usai lebaran.

"Kebetulan Ramadhan bertepatan berakhirnya kalender pendidikan sehingga kita juga memutuskan untuk memulangkan para santri ke rumah masing-masing dan baru kembali setelah lebaran," katanya. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved