Salam Tribun
Puasa Belanja
Kita hanya akan menyaksikan parade pejabat turun sidak ke pasar-pasar atau supermarket. Diskusi sebentar lalu pulang.
Penulis: Syaiful Syafar |
Apalagi provinsi seperti Kaltim bukanlah daerah penghasil. Semua komoditas pangan masih mengandalkan pasokan dari luar pulau. Kalaupun pemerintah ingin memotong mata rantai pasokan, lalu bagaimana pengawasannya?
Undang-undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pangan secara tegas menyebutkan, apabila ada seseorang atau korporat melakukan penimbunan pangan dengan tujuan mencari keuntungan akan didenda Rp 100 miliar atau kurungan penjara 7 tahun. Sanggupkah pemerintah menegakkan aturan ini di tengah situasi seperti sekarang?
Sudah semestinya pemerintah fokus pada perencanaan. Tidak ada lagi alasan penduduk bertambah, swasembada pangan tidak tercapai. Buat perencanaan dengan baik dan matang, karena selama ini saja luasan lahan pertanian malah dibuat industri, perumahan dan lainnya.
Di sisi lain, masyarakat khususnya umat Islam juga harus bisa menahan diri untuk tidak terlalu konsumtif selama puasa.
Bayangkan, ritual bulan puasa kita yang lucu. Kita memang tidak makan apa-apa sepanjang siang, tapi pengeluaran untuk makan selama bulan puasa malah lebih banyak dari biasanya. Ketika puasa baru berjalan setengah putaran, kita malah belanja lebih banyak lagi demi persiapan merayakan ‘kemenangan’ yang belum tentu kita pahami di akhir puasa nanti.
Suasana Pasar Takjil Benhil, Jakarta. (FOTO: WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)
Sudah semestinya puasa lebih dari sekadar menghilangkan atau menggeser jadwal makan siang.
Puasa harus membuat tubuh belajar mengenali perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Keinginan memang bisa macam-macam sekali, maunya ada kue, nasi padang, atau bakso. Padahal kebutuhan di baliknya cuma mengisi perut.
Perhatian pada kebutuhan, bukan keinginan, akan membuat kita mengenali kembali kata ‘cukup’. Memahami kata ‘cukup’ justru akan membuat kita makan seperlunya, belanja seperlunya, beraktivitas seperlunya, dan ber-apa-apa saja seperlunya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/syaiful-syafar_20160611_152417.jpg)