Senin, 13 April 2026

Dirjen Telepon Bupati, Penambahan Kuota BBM Akhirnya Dipenuhi

"Apa usulan kita, apa masalahnya. Langsung saya kerjakan waktu itu," katanya.

Penulis: Doan E Pardede |
TRIBUN KALTIM / DOAN E PARDEDE
Lokasi antrean pengisian BBM di SPBU Jalan Katamso, tampak sepi, Senin (13/6/2016). Diwaktu-waktu tertentu, antrian pengendara di SPBU ini bisa mencapai ratusan meter. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Ramainya pemberitaan seputar kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas di Tanjung Selor beberapa waktu lalu, ternyata sampai ke Dirjen Migas di Jakarta.

Untuk mengetahui bagaimana sebenarnya kondisi di Bulungan, Dirjen Migas bahkan langsung menghubungi Bupati Bulungan Sudjati.

"Bapak Bupati itu ditelepon Dirjen Migas," kata Asisten II Setkab Bulungan, Zulkifli Salim kepada Tribunkaltim.co di ruangannya, Senin (13/6/2016).

Dan akhirnya kata dia, setelah bupati meminta dirinya segera melengkapi apa saja yang diminta Dirjen Migas, masalah BBM dan gas di Bulungan perlahan terurai.

Salah satu hal yang disampaikan kala itu, kata dia, seputar kuota yang sebenarnya sangat dibutuhkan Bulungan.

"Apa usulan kita, apa masalahnya. Langsung saya kerjakan waktu itu," katanya.

(Baca juga: Pembentukan DOB Ibukota Provinsi Dibayangi Sengketa Lahan dan Intervensi Perusahaan)

Untuk penambahan kouta BBM dan gas di tahun 2016 ini sudah mendapat persetujuan. Hanya sayangnya, berapa total penambahan kuota, dia mengaku tidak tahu angka pasti.

"Kuota tambahannya BBM dapat, elpiji juga nambah," katanya.

Permasalahan saat ini, menurutnya hanyalah terkait minimnya keberadaan SPBU. Dimana akibat hanya ada 1 SPBU, tak jarang warga harus mengantri ratusan meter untuk mendapatkan BBM.

Dia berharap, SPBU yang sedang dibangun di Jalan Sengkawit segera rampung dan beroperasi. Dengan demikian, distribusi BBM juga akan semakin lancar.

Dia juga menampik adanya dugaan terjadinya kelangkaan BBM karena adanya penyelewengan jatah ke daerah. Untuk membenarkan hal itu, menurutnya perlu pembuktian.

Karena di satu sisi, adanya penambahan kuota tentunya sudah melalui kajian dan penelitian dari Pertamina Pusat.

"Nanti kalau kuotanya sudah, itu dibagi. Kalau kouta BBM untuk suatu daerah itu selalu tetap, berapapun SPBU-nya," katanya. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim



Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved