Selasa, 28 April 2026

Sosok

Profil H Syamsi Sarman , Dari Tukang Cuci Piring hingga Pernah Difitnah dan Diancam

Jalan pengabdian H. Syamsi Sarman di dunia zakat bukanlah perjalanan singkat yang kini menjadi Ketua Baznas Tarakan

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ISTIMEWA
SOSOK -  H. Syamsi Sarman, Ketua Baznas Tarakan yang terpilih dan kini siap meneruskan estafet kepemimpinan di Baznas Tarakan. (HO/DOKUMENTASI ISTIMEWA) 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Jalan pengabdian H. Syamsi Sarman di dunia zakat bukanlah perjalanan singkat.

Lebih dari separuh masa pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara ia wakafkan untuk mengurus kaum dhuafa, hingga kini resmi ditunjuk sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tarakan periode 2026–2030.

Penunjukan ini menjadi titik kulminasi dari perjalanan panjang yang dimulai sejak 17 September 2007.

Saat itu, almarhum Wali Kota Tarakan, dr. H. Jusuf SK, memberikan amanah langsung kepadanya untuk mengurus zakat secara profesional.

Pesan sang wali kota kala itu masih terngiang kuat: “Saya mau dari bangun tidur sampai kamu tidur lagi, yang ada di kepalamu hanyalah BAZ, BAZ, dan BAZ.”

Sebelum berganti nama menjadi Baznas, lembaga ini masih bernama Badan Amil Zakat (BAZ).

Dengan mantap, Syamsi Sarman menjawab: “Siap ayahanda, bismillah saya wakafkan diri saya untuk BAZ.” Ikrar itu menjadi pegangan hidupnya hingga hari ini.

Baca juga: Baznas Kaltara Rilis Besaran Zakat Fitrah 1447 H, Tertinggi Rp60 Ribu per Jiwa

Sejak saat itu, ritme hidupnya berubah. Jika sebagian aparatur sipil negara bekerja hingga Jumat siang, maka di Baznas ia bertugas dari Senin hingga Sabtu, bahkan dengan sistem on call duty yang menuntut kesiapsiagaan 24 jam, terutama untuk kondisi darurat.

Di bulan Ramadan, ia dan tim bahkan tidak mengenal hari libur, bekerja penuh hingga malam takbiran.

Mengawali kepemimpinannya, Syamsi Sarman menegaskan akan fokus pada penguatan internal lembaga. Konsolidasi antar pimpinan dan pelaksana menjadi prioritas utama. Menurutnya, kekompakan internal adalah fondasi penting untuk menentukan kinerja ke depan.

Setelah itu, Baznas Tarakan akan menggelar rapat kerja guna merumuskan Rencana Strategis (Renstra) lima tahun serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026.

Sebagai sosok yang telah lama terlibat dalam kepemimpinan sebelumnya, ia memahami betul program-program yang perlu dilanjutkan.

Di antaranya membangun relasi kemitraan dengan stakeholder, lembaga swasta, perbankan, serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di instansi dan masjid.

Program unggulan seperti pola asuh mustahik di Panti Dhuafa, bedah rumah, bantuan sembako, pendidikan, biaya berobat, layanan homecare, hingga program tanggap cepat bagi mustahik tetap menjadi prioritas.

Ia juga membuka ruang gagasan baru, termasuk menjajaki kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ), mengingat latar belakang pimpinan yang beragam dari organisasi kemasyarakatan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved