Disperindagkop Gelar Bazar Ramadhan dan Terus Pantau Pasokan Bahan Pangan
Selain hal tersebut, ia juga telah bekoordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya untuk membantu memantau serta menekan inflasi yang terjadi.
"Kemudian selain bazar, ada juga pemantauan harga setiap hari. Jadi selain memantau harga, staf itu ke pasar untuk mengingatkan juga. Terus metrologi juga melakukan peneraan timbangan. Itu yang kita lakukan. Orang tahunya hanya untuk survei. Banyak yang kita lakukan. Hari ini dengan Polres, Perlindungan Konsumen, dan Perdagangan dalam Negeri ke lapangan mengecek produk-produk," katanya.
Ia menjelaskan, bahwa mengingatkan yang disebutnya barusan adalah dengan bertanya misalnya sekarang bawang naik lima ribu lalu petugas yang datang ke lokasi menanyakan alasannya.
BACA JUGA: Disebut Desa Berdurasi Puasa Terpendek di Dunia, Pemerintah Langsung Membantah
"Kenapa naik? Lancar tidak pasokannya? Kalau dia bilang lancar lalu ditanya kenapa naik? Alasannya naik apa? Kenapa harus sebesar itu naiknya? Bahkan ada yang ketus. Ketika dibilang di pasar atau pedagang lain tidak sekian harganya dia bilang beli aja di sana. Itu sudah makanan sehari-hari dari staf saya," ujarnya.
Hal ini pun diterapkan tidak hanya di pasar rakyat, namun juga di pasar modern.
"Seperti pada peninjauan kemarin di beberapa supermarket juga ada barang-barang yang sangat jauh harganya. Oke dia kategorinya pasar modern, beda dengan pasar rakyat. Mereka bisa lebih daripada pasar tradisional tapi juga disparitasnya juga jangan terlalu jauh. Ini sudah kami cek kemarin dengan Perlindungan Konsumen ke sana, kami sudah menyurati lagi bahwa masih ada dijumpai barang-barang yang harganya sangat jauh. Ini juga kan untuk perlindungan konsumen," kata Doortje menjelaskan
Jika menemukan kejadian tersebut, biasanya para petugas lapangan itu akan menegur. Tapi sang kepala dinas sendiri mengakui bahwa tidak ada sanksi yang dapat diberikan kepada pedagang-pedagang tersebut.
BACA JUGA: Munirah Dua Kali Belanja di Pasar Murah
"Hati nurani sih sekarang itu. Orang kan membutuhkan. Tapi jangan salah nanti ada sekali waktu dia kepentok, busuk barangnya kalau tidak laku. Itu yang kita sampaikan. Oke pedagang kan kalau tidak profit sama saja bohong tapi jangan mencapai profitnya itu jangan sampai menyusahkan orang lain," ujarnya menegaskan.
Sedangkan untuk stok sendiri, ia mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir akan kehabisan stok. Sebab ujarnya stok pangan di Balikpapan sendiri akan aman bahkan sampai empat atau lima bulan ke depan.
"Bahkan kalau beras, bulog janji sampai setahun ke depan masih ada stok," ujarnya menambahkan. Ia mencontohkan bahwa beberapa waktu yang lalu harga gula di Balikpapan sempat meningkat antara 6-8 persen, namun berkat PT. PPI yang menggelontorkan gula Rp 12.500, peningkatan tersebut berhasil ditekan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pasar-murah_20160602_153556.jpg)