Minggu, 19 April 2026

Milisi Abu Sayyaf

Kelompok Abu Sayyaf Kembali Mengancam akan Penggal Dua Orang Sandera

Kelompok militan Abu Sayyaf yang berbasis di Filipina selatan kembali mengancam akan memenggal dua orang sendera.

Editor: Amalia Husnul A
Inquirer/GRIG C. MONTEGRANDE
Presiden Filipina Benigno Aquino dengan pengawalan ketat tiba di Camp Teodulfo Bautista, Busbus, Jolo, Provinsi Sulu. 

TRIBUNKALTIM.CO, MANILA - Kelompok militan Abu Sayyaf yang berbasis di Filipina selatan kembali mengancam akan memenggal dua orang sendera. Dua sandera tersebut yakni seorang pria asal Norwegia dan seorang wanita Filipina.

Nyawa kedua sandera akan melayang jika uang tebusan sebesar 600 juta peso atau sekitar Rp 169 miliar tidak segera dibayarkan,

Mengutip melalu laman Time, Jumat (17/6/16), melaporkan kelompok Abu Sayyaf kembali mengancam setelah sebelumnya memenggal dua orang sandera asal Kanada yaitu Robert Hall dan John Ridsdel.

Kelompok Abu Sayyaf melakukannya setelah pihak pemerintah Filipina dan Kanada menolak membayar uang tebusan tersbut.

Robert Hall (68) tewas terbunuh pada hari Selasa pekan ini. Sedangkan John Ridsdel (68) dieksekusi pada 25 April lalu.

BACA JUGA: Sebelum Disandera Empat ABK Sempat Lawan Kelompok Abu Sayyaf

Hingga saat ini kelompok Abu Sayyaf masih menyandera dua orang tawanan yakni Kjartan Sekkingstad Warga Negara Norwegia dan Matitess Florr Warga Filipina.

Mereka semua diculik pada saat yang bersamaan saat berada di sebuah resort di pulau Samal, provinsi Davao del Norte, Filipina pada 21 September 2015.

"Kami akan mengunggah video terbaru secepatnya terkait ultimatum terbaru kami mengenai batas waktu pembayaran," ujar Abu Raami seorang jurubicara dari kelompok Abu Sayyaf kepada Philippine Daily Inquirer.

"Jika uang tebusan tidak dibayarkan, akan ada pemenggalan lainnya," tambahnya

BACA JUGA:  Orang Misterius Antar Empat Sandera ke Rumah Gubernur Sulu

Pemerintah Filipina sendiri menolak membayarkan uang tebusan terhadap kelompok Abu Sayyaf.

Tetapi, Presiden Benigno Aquino III mengungkapkan pihaknya telah melakukan negosiasi secara tertutup dengan kelompok Abu Sayaff untuk membebaskan sandera asal Norwegia.

Presiden telah terbang ke pulau Jolo untuk bertemu dengan pasukan militer guna menentukan strategi membebaskan para sandera. Bahkan berhembus kabar pihak militer Filipina akan melancarkan perang di pulau Sulu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved