Salam Tribun
Mudik Asyik, Mudik Bermakna
Beberapa kawan juga punya cerita mudik yang seru saat melintasi jalan trans-Kalimantan.
Joko Setiono mengatakan, tidak semua ruas jalan nasional di Kaltim digunakan sebagai jalur mudik. Dari lima jalur mudik utama, kerusakan ruas jalan ringan dan berat terdapat di ruas Kuaro-Batu Aji, Paser.
Semoga pemerintah bisa terus memberi perhatian pada infrastruktur jalan. Termasuk merumuskan mekanisme perawatan darurat jalan nasional, yang bisa didanai secara cepat tanpa berbelit dari APBD kabupaten/kota atau APBD provinsi, sembari menanti kucuran APBN untuk perawatan yang lebih permanen.
Dan sudah semestinya, pemerintah terus memperluas infrastruktur jalan, termasuk membuka akses ke wilayah pedalaman. Meskipun proyek ini tidaklah "se-seksi" proyek multiyears atau proyek mercusuar lainnya.
Berbincang soal mudik, nasihat dari seorang polisi tiba-tiba menyeruak dalam ingatan. Pak polisi ini mengingatkan bahwa ada empat faktor yang harus diperhatikan saat mudik, atau secara umum berkendara di jalan raya.
Yaitu faktor pengemudi, kendaraan, infrastruktur, dan cuaca. Dua faktor pertama masih bisa dikendalikan sang pengemudi. Utamanya kebugaran sang sopir dan kelayakan kendaraan. Namun dua faktor selanjutnya sangat menuntut kemampuan beradaptasi, utamanya menghadapi jalan yang rusak atau hujan deras.
Kalau mau bermakna, bisa ditambah satu faktor lagi. Niatkanlah mudik sebagai ibadah; karena mudik bisa menjadi sarana berbakti kepada orangtua (birrul walidaini), merajut silaturrahim dengan keluarga, membangun persaudaraan (ukhuwwah) dengan sesama, syukur-syukur bisa berbagi rizqi. Akhirnya, selamat mudik, semoga asyik dan penuh makna. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bus-angkutan-lebaran_20160616_104700.jpg)