Pejabat Ini Jamin Puskesmas Bebas Vaksin Palsu
Karena itu, dia meminta masyarakat tidak khawatir anak-anak mereka pernah menggunakan vaksin palsu seperti yang ditemukan di Pulau Jawa.
Selanjutnya, jumlah dan jenis vaksin yang diterima maupun jumlah dan jenis yang terpakai harus dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan.
Rustam mengatakan, meskipun pengiriman vaksin seringkali terlambat, kekurangan itu dapat tertutupi melalui program Pekan Imunisasi Nasional.
“Nah itu untuk mengcover kekurangan," katanya.
Diungkapkannya, pemasaran vaksin palsu selama ini diketahui menyasar rumah sakit swasta. Vaksin-vaksin yang dipalsukan itu beragam seperti campak, polio, hepatitis B, tetanus dan TB.
“Kandungannya antibiotik gentamicin dicampur dengan cairan infus,” ujarnya.
Penggunaan vaksin palsu itu memberikan dampak yang beragam. Karena vaksin palsu mengandung antibiotik, risiko yang muncul bahaya reaksi alergi berat dan juga resistensi.
“Keduanya merupakan risiko dari pemberian antibiotik sembarangan. Tergantung apa kandungan vaksin palsu itu. Bahkan itu bisa merusak jaringan-jaringan dalam tubuh," katanya.
Vaksin palsu juga tidak steril. Dari yang terungkap, pemalsu vaksin memanfaatkan obat pasien bekas suntik.
“Sehingga virus dari bekas jarum akan menempel dan membahayakan penerima vaksin,” katanya. (*)
***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/vaksinasi_20160624_133126.jpg)