Jumat, 1 Mei 2026

Pejabat Ini Jamin Puskesmas Bebas Vaksin Palsu

Karena itu, dia meminta masyarakat tidak khawatir anak-anak mereka pernah menggunakan vaksin palsu seperti yang ditemukan di Pulau Jawa.

Tayang:
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Selanjutnya, jumlah dan jenis vaksin yang diterima maupun jumlah dan jenis yang terpakai harus dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan.

Rustam mengatakan, meskipun pengiriman vaksin seringkali terlambat, kekurangan itu dapat tertutupi melalui program Pekan Imunisasi Nasional.

“Nah itu untuk mengcover kekurangan," katanya.

Diungkapkannya, pemasaran vaksin palsu selama ini diketahui menyasar rumah sakit swasta. Vaksin-vaksin yang dipalsukan itu beragam seperti campak, polio, hepatitis B, tetanus dan TB.

“Kandungannya antibiotik gentamicin dicampur dengan cairan infus,” ujarnya.

Penggunaan vaksin palsu itu memberikan dampak yang beragam. Karena vaksin palsu mengandung antibiotik, risiko yang muncul bahaya reaksi alergi berat dan juga resistensi.

“Keduanya merupakan risiko dari pemberian antibiotik sembarangan. Tergantung apa kandungan vaksin palsu itu. Bahkan itu bisa merusak jaringan-jaringan dalam tubuh," katanya.

Vaksin palsu juga tidak steril. Dari yang terungkap, pemalsu vaksin memanfaatkan obat pasien bekas suntik.

“Sehingga virus dari bekas jarum akan menempel dan membahayakan penerima vaksin,” katanya. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim


Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved