Vaksin Palsu Beredar
Ibu-ibu Khawatir, Vaksin di Posyandu Amankah?
Selain meminta keterangan, timsus vaksin palsu juga meminta bukti faktur pembelian vaksin dari pihak ketiga.
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Temuan vaksin palsu di sejumlah daerah di Indonesia mendapat atensi serius Pemkot Bontang.
Tidak tanggung-tanggung, Dinas Kesehatan Kota (Dinkes) Bontang langsung membentuk dua unit tim khusus menelusuri indikasi vaksin palsu di sejumlah klinik dan rumah sakit swasta.
Tim terdiri dari bidang Pelayanan Medik, Farmasi, Kesehatan Masyarakat bergerak ke 16 klinik dan rumah sakit swasta selama 3 hari, Senin-Rabu (27-29/6/2016).
Selain meminta keterangan, timsus vaksin palsu juga meminta bukti faktur pembelian vaksin dari pihak ketiga untuk selanjutnya diserahkan ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kaltim.
Baca: Nah Lho, BPOM dan Dinkes Curigai Satu Klinik di Balikpapan Gunakan Vaksin Palsu
"Kami langsung kerja maraton setelah mendapat surat edaran dari Kementerian Kesehatan. Membentuk tim dan langsung menyisir 16 titik. Alhamdulillah tidak ada temuan vaksin palsu," ujar Kepala Dinas Kesehatan Bontang, dr Indriati As'Ad, Rabu (29/6/2016).
Dikemukakan, layanan kesehatan di Puskesmas dan RSUD Taman Husada Bontang memiliki sistem distribusi yang ketat dari Kemenkes, sehingga kecil kemungkinan vaksin palsu beredar di Bontang dari jalur rumah sakit pemerintah.
Namun kondisi berbeda sistem pengadaan obat dan vaksin di rumah sakit/klinik swasta.
Sejumlah vaksin non-reguler bisa saja mereka dari pihak ketiga sehingga kemungkinan peredaran vaksin ilegal bisa terjadi. Kendati begitu, selama tim beroperasi seluruh klinik swasta dan RS Swasta bebas dari temuan vaksin palsu.
"Kalau untuk vaksin, hepatitis, campak, polio dan TBC mereka (pihak RS Swasta, red) meminta ke kami. Tapi untuk vaksin tertentu mereka bisa beli sendiri. Makanya kami minta faktur pembeliannya," kata dr Indry.
Ia menambahkan, kemungkinan pasokan vaksin palsu di Bontang sangat sulit. Secara berkala Dinkes melakukan pengawasan dan koordinasi dengan pihak terkait. dr Indry mengimbau masyarakat tidak khawatir dengan temuan vaksin palsu di beberapa daerah.
Pihaknya memastikan seluruh vaksin di Bontang bebas dari produk ilegal seperti yang ramai diperbincangkan publik.
Bagi ibu yang ingin memberikan vaksin imun kepada bayinya disarankan memilih layanan kesehatan pemerintah, puskesmas atau RSUD Taman Husada. Seluruh produk vaksin layanan kesehatan pemerintah disimpan dengan baik dan mendapat kontrol ketat.
Beberapa warga saat diwawancarai Tribun meyakini Bontang terbebas dari vaksin palsu. Ibu-ibu yang memiliki balita mengaku tak khawatir atas temuan yang ramai diperbincangkan publik itu.
Ditemui di rumahnya, Mita (32), ibu 2 anak balita ini mengaku tidak khawatir memberikan imunisasi kepada dua buah hatinya.