SALAM TRIBUN
Naik Kapal
Kenyamanan menjadi sesuatu yang mewah di sini. Para penumpang harus berjejal, bersikutan kalau perlu, karena ruang tunggu yang kecil.
DOK TRIBUNKALTIM
Lainnya, tetap sama.
Senyum mungkin sangat mahal dan harus dibeli di sini. Banyak petugas pelabuhan, termasuk polisi pelabuhan yang bertugas melayani (atau menjaga?) penumpang. Tetapi, saya tidak pernah melihat mereka tersenyum ramah kepada penumpang. Saya sempat membatin, tidakkah mereka capek bermuka masam berjam-jam hingga kapal meninggalkan pelabuhan?
Bicara dan memberi pengumuman kepada penumpang pun dengan menghardik. Ini juga kami alami saat sudah masuk kapal. Seakan-akan penumpang kapal adalah warga kelas dua di republik ini, yang tidak perlu mendapat perlakuan santun, ramah dan layanan kelas satu.
Duh, Pelniku. Untungnya saya masih memiliki kenangan terindah di sini, berdua menikmati sunset dari atas kapal saat berbulan madu dulu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/achmad-bintoro_terbaru2_20150811_183947.jpg)