Vaksin Palsu Beredar
Soal Kinerja dan Disiplin, Atasan Harus Jadi Contoh Bawahan
Satu saja pegawai tidak hadir maka pasti akan ada tugas yang terbengkalai dan siklus pekerjaan yang macet.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Doktrin yang ditanamkan oleh Bupati Ismunandar dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pelayanan masyarakat yang harus bekerja profesional mulai mengena pada kinerja pegawai lingkup Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim).
Buktinya, pasca cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah, seluruh pegawai Pemkab Kutim, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) langsung “tancap gas” masuk kerja, Senin (11/7/2016).
Kendati tidak dilaksanakan inspeksi mendadak (sidak), namun dari laporan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di instansinya masing-masing, tingkat kehadiran pegawai hari pertama kerja setelah libur panjang mencapai 99 persen. Hanya pegawai yang memang dengan alasan sakit atau izin dan diketahui atasan saja yang tidak hadir.
Semangat kerja juga ditunjukkan Bupati Kutim Ismunandar dan Wabup Kasmidi Bulang. Bahkan hari pertama kerja setelah cuti, Bupati langsung memimpin apel pagi di Halaman Kantor Sekretariat Kabupaten (Setkab). Selain Wabup, apel rutin pegawai tersebut juga diikuti oleh Plt Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Yulianti, para Asisten Sekkab, Staf Ahli Bupati, serta para Kepala Bagian dan Sub Bagian lingkup Setkab Kutim.
Bupati Ismunandar meminta agar setelah apel, pemeriksaan kehadiran pegawai dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing. Namun yang terpenting, katanya, para Kepala SKPD harus menjadi contoh dalam penerapan disiplin kerja. Mulai dari tingkat kehadiran hingga hal-hal lainnya.
“Jika staf-nya saja yang dicari-cari, namun malah Kepala SKPD-nya tidak ada, tentunya ini menjadi tanda tanya. Justru contoh tidak baik tersebut perlu mendapat teguran. Karena ini adalah peringatan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) agar tidak menyambung cuti karena sudah libur panjang,” sebut Ismu menegaskan.
Selanjutnya, demi penegakan disiplin pula, Bupati menginstruksikan agar masing-masing atasan di lingkungan Pemkab Kutim bisa melaporkan jumlah kehadiran pegawai hari pertama masuk kerja kepada Asisten Sekkab.
Menurut Ismu, setiap pegawai memiliki peran penting. Satu saja pegawai tidak hadir maka pasti akan ada tugas yang terbengkalai dan siklus pekerjaan yang macet. Bupati berharap seluruh pegawai menjujung tinggi jiwa korsa. Sehingga pegawai terendah dengan tugas yang nampaknya sederhana juga bertanggung jawab terhadap tugasnya.
(Baca juga: Jasad Bocah Azly Ditemukan Terbakar, Keluarga Tolak Otopsi)
Termasuk para caraka yang tugasnya hanya mengantarkan surat. Pegawai tak bertanggung jawab tentunya membuat semua tatanan pekerjaan menjadi rusak. Untuk itu dia berharap PNS dan TK2D lingkup Pemkab Kutim dapat menjalankan fungsinya masing-masing. Sehingga pelayanan terhadap masyarakat dapat berjalan baik.
"Kenapa saya sampaikan begini, karena kita ingin bekerja secara bersama-sama dengan terorganisir. Apapun tugasnya, setiap orang memiliki fungsi. Bahkan seorang staf yang bertugas mengantar surat pun, juga memiliki fungsi. Bayangkan jika staf tersebut tidak bekerja, padahal surat itu harus segera diantarkan dan dibagikan, maka berdampak pada tatanan yang ada menjadi rusak. Sehingga penting bagi PNS dan TK2D untuk menjalankan kewajiban dengan baik dan tertib administrasi," terang Bupati.
"Kepada PNS jangan berfikir atau memiliki pertimbangan, masuk tidak masuk kerja pangkat tetap naik. Beberapa tahun naik kepangkatan dari 3A ke 3B, lalu kemudian cari-cari jabatan untuk kelas Kepala Seksi. Sekarang sebagai pimpinan, tentu akan kita periksa tingkat kehadirannya, rajin apa tidak?”
“Bagaimana menjadi pejabat yang baik, jika di awal saja tingkat kehadirannya amatlah jauh dari harapan. Bagaimana jika kelak memiliki jabatan. Atasan saudara-saudara sekalian pasti menilai, dan saya sendiri hafal sekali mana-mana yang sering masuk dan mana yang tidak," tambahnya.
Selanjutnya Bupati meminta dengan semangat Idul Fitri kinerja juga harus diperbaiki. Bekerja dengan hati, tidak hanya karena melaksanakan kewajiban. Namun bisa membuat masyarakat lebih senang dengan kinerja pegawai. Melayani dengan baik yang pada akhirnya membuat masyarakat bangga dengan Kabupaten Kutim. Ismu yakin, dengan keikhlasan niscaya yang berat terasa ringan, yang sulit dimudahkan.
Terakhir, Ismu mengingatkan kepada seluruh jajarannya agar memaksimalkan program dan kegiatan pembangunan yang tersisa beberapa bulan kedepan. Juga melakukan evaluasi untuk mengetahui kendala dan selanjutnya dicarikan solusi sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai harapan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/apel-perdana_20160714_074846.jpg)