Antrean Daftar BPJS
Tak Mau Antre, Gunakan Aplikasi Online, Berikut Tahapannya
“Padahal untuk online juga sama saja dengan Facebook, harus punya email dahulu baru bisa akses. Saya rasa itu mudahlah buat mereka,” kata Fakhrizi.
Penulis: tribunkaltim | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Permasalahan tingginya antrean warga yang mendaftar untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan Samarinda ditanggapi tak akan terjadi jika pendaftaran online dapat dilakukan masyarakat.
“Sebenarnya bisa terurai jika masyarakat bisa lakukan pendaftaran online. Disanakan tak perlu antre. Virtual account-nya bisa didapatkan online, bahkan hingga cetak kartu. Tetapi karena budaya masyarakat sudah seperti itu, jadinya susah juga,” ujar Humas BPJS Kesehatan Samarinda Binsar, saat berbincang dengan Tribun Kaltim, Jumat (15/7).
Hal senada juga diungkapakan Kepala BPJS Kesehatan Samarinda, Muhammad Fakhrizi, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Dia membandingkan pendaftaran melalui aplikasi dalam jaringan internet (online) dengan aplikasi media sosial, semacam Faceobook.
“Padahal untuk online juga sama saja dengan Facebook, harus punya email dahulu baru bisa akses. Saya rasa itu mudahlah buat mereka,” kata Fakhrizi.
BACA JUGA: Punya Kartu BPJS Pun Tetap Tebus Obat Rp 6,5 Juta
Meskipun demikian, imbauan untuk pengurusan online tersebut memanglah terbukti tak begitu dipahami warga.
Beberapa orang yang sedang mengantre mengurus dan membuat kartu peserta BPJS ditemui TribunKaltim.co di kantor BPJS Kesehatan Samarinda, mengaku tak mengerti cara online.
“Gaptek (gagap teknologi) saya mas. Ada keraguan juga jika mengurus seperti itu. Saya juga hanya tahu soal itu (online BPJS) dari kertas yang tertempel di kantor BPJS ini. Tak pernah saya tahu langsung dari kelurahan, ataupun tempat-tempat lain yang mengajarkan cara pengurusan online ini. Jadinya, ya saya merasa tak paham sekali,” ujar Heru, warga yang ditemui di BPJS Samarinda.
Hal sama juga diakui Resnu, warga Samaridna yang juga memilih melakukan pendaftaran manual di BPJS Kesehatan Samarinda.
BACA JUGA: Jumlah Pendaftar BPJS Membludak, Kepala BPJS Sebut hanya Setelah Libur Panjang
“Sebenarnya tahu, hanya saya belum mencoba. Takut jika sudah salah maka urusan tidak selesai. Kalau saya ke sini, kan bisa dipandu, kalau ada yang bingung, tinggal tanya petugasnya saja. Tetapi jika online, mau tanya sama siapa?” ujarnya.
Meskipun BPJS Kesehatan Samarinda, mengaku sudah sangat sering mensosialisasikan kepengurusan online BPJS Kesehatan, namun diakui Binsar, saat ini sosialisasi itu baru hanya sebatas melalui media cetak dan elektronik saja.
Belumlah sampai hingga menyentuh kalangan masyarakat langsung.
“Memang untuk ke masyarakat belum ada. Tenaga kami masih belum cukup untuk hal seperti itu. Jadi, hingga kini masih di media cetak dan online saja. Tetapi, di setiap kesempatan bertemu dengan warga, kami juga selalu ingatkan untuk melakukan pengurusan online untuk BPJS,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/antrean-warga-bpjs-kesehatan_20160715_114147.jpg)