Berita Pemkab Kutai Timur
HUT Desa Mekar Baru Berlangsung Meriah, Diisi Berbagai Prosesi Adat Budaya
Penyematan gelar kehormatan dilakukan oleh Udau Uncan Njau yang merupakan Ketua Lambaga Adat Dayak Kenyah Bakung.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Belum lama ini, Desa Mekar Baru Kecamatan Busang, baru merayakan hari jadinya yang ke 35 tahun. Peringatan hari ulang tahun (HUT) desa yang diwarnai berbagai prosesi adat dan kebudayaan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kutim, Ismunandar, serta puluhan pejabat lingkup Pemkab Kutim lainnya.
Setibanya di Desa Mekar Baru, Ismunandar langsung disambut meriah warga yang sedang menikmati perayaan HUT desanya. Bupati didampingi Camat Busang Darius Jiu Dian diarak keliling desa mengunakan tandu yang diangkut oleh 24 pemuda desa.
Kegiatan itu melibatkan ratusan penari dan disaksikan ratusan masyarakat. Pada kesempatan tersebut Bupati Kutim Ismunandar diberi gelar dengan nama “Balan Nyanding”. Dengan arti arif, bijaksana, dan pemberani dalam memimpin dan membela masyarakat.
Penyematan gelar kehormatan dilakukan oleh Udau Uncan Njau yang merupakan Ketua Lambaga Adat Dayak Kenyah Bakung, di Balai Desa Mekar Baru, Kecamatan Busang.
Di Busang, perhatian Bupati tertuju pada khasanah budaya yang dipelihara dengan baik oleh masyarakat pedalaman. Sehubungan hal itu, dia meminta agar masyarakat Desa Mekar Baru bisa mewujudkan daerahnya menjadi desa berbudaya yang menjunjung tinggi adat istiadat, menuju desa wisata budaya yang mandiri dan sejahtera.
"Dengan usia yang 35 tahun ini, paling tidak usia yang sudah cukup dewasa. Pada tahun 1985-1986 Kecamatan Busang pernah terkenal dengan potensi emas. Tapi (sekarang) mari kita jadikan Busang ini terkenal dengan budayanya. Wujudkan Busang sebagai pusat pertumbuhan baru di Kabupaten Kutim,” ajak Ismu.
Bupati menganggap pengembangan potensi Mekar Baru dan Busang umumnya sebagai daerah tujuan wisata sangat mungkin dilakukan. Apalagi Desa Mekar Baru memiliki produksi buah jeruk istimewa yang rasanya manis yang hanya terdapat di desa tersebut. Selanjutnya Busang juga memiliki potensi perkebunan kakao yang besar.
Pada kesempatan kunjungan kerjanya kali ini, Bupati memberikan beberapa bantuan. Yakni berupa 30 unit tandon dan 26 unit pompa air untuk digunakan warga desa. Tak lupa dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Mekar Baru yang telah menerima kedatangan rombongan dengan penuh keramah-tamahan dan kebahagiaan.
Dijelaskan oleh Eliasar, seorang tokoh masyarakat Desa Mekar Baru, sesuai sejarah kelompok Suku Dayak Kenyah Bakung berasal dari sebuah tempat yang bernama Berunai. Sejarah menceritakan bahwa suku Bakung mengalami perpindahan kurang lebih sebanyak 18 kali dalam kurun waktu yang cukup lama.
Pada akhirnya pada tahun 1920 suku Dayak Kenyah Bakung pindah kesebuah tempat yang bernama Parok. Kemudian Suku Bakung tinggal di Parok selama 30 tahun dibawah kepemimpinan seorang raja yang bernama Plusak Njau.
Setelah tinggal selama 30 tahun, penduduk Parok merencanakan pindah lagi ketempat yang lebih baik namun menjadi silang pendapat, sehingga yang satu bagian pindah ke satu tempat yang bernama Tege, yang satu bagian lagi pindah ke satu tempat yang bernama Petung. Sehingga terpaksa penduduk terbelah dua. Warga yang di Tege dipimpin oleh Plusak Njau, di Petung di pimpin Plain Usak.
Setelah 40 tahun tinggal di Tege, mereka ingin pindah lagi ketempat yang lebih baik dan dianggap memang lebih baik serta menyejahterakan. Yakni Long Payau dan Long Ban. Karena masyarakat masing-masing mempertahankan tempat yang di kehendakinya, maka dengan terpaksa terpecah lagi. Yang pertama Long Payau yang dipimpin oleh Pajang Usak, yang kedua Long Ban dipimpin oleh Plain Usak.
Setelah 48 tahun tinggal di Long Payau lalu pindah lagi ke Mak Baru Kabupaten Malinau. Sementara warga yang di Long Ban pindah lagi ke Long Penu pada tahun 1935. Pada tahun 1980 secara serempak warga menempati lokasi pemukiman baru yang di beri nama Mekar Baru," ujarnya. (*hms11/adv)
***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/hut-mekar-baru_20160803_172127.jpg)